KPU Sultra Tetapkan Jumlah Dukungan Calon Independen – Kendari Pos Online
Iklan pajak

Konkep
Zetizen Iklan Iklan 10 Iklan 23
Politik

KPU Sultra Tetapkan Jumlah Dukungan Calon Independen

Ketua KPUD Sultra, Hidayatullah

KENDARIPOS.CO.ID — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sultra akhirnya menetapkan jumlah minimal syarat dukungan bakal pasangan calon (paslon) perseorangan atau jalur independen pada pemilihan gubernur (Pilgub) dan pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Sultra tahun 2018. Sesuai hasil pleno KPU, paslon independen yang ingin maju pada Pilgub minimal memiliki dukungan 170.825 atau 10 persen dari jumlah daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu lalu sebanyak 1.708.249 pemilih. Dukungan tersebut harus tersebar minimal sembilan kabupaten/kota di Sultra. Demikian penjelasan Ketua KPU Sultra, Hidayatullah saat melakukaan konferensi pers di salah satu rumah makan di kota Kendari, Senin (11/9).

Untuk dukungan minimal calon perseorangan di tiga daerah Sultra yang melaksanakan Pilkada serentak tahun 2018 kata mantan komisioner KPU Kendari, bervariasi. Sama seperti Pilgub, dukungan minimalnya harus disesuaikan dengan jumlah DPT sebelumnya. Bila merujuk pada DPT lalu, jumlah dukungan minimal untuk paslon independen di Konawe sebanyak 16.677 dukungan. “Jadi besaran presentase dukungannya minimal sama dengan Pilgub yakni 10 persen. Jumlah DPT Konawe pemilihan terakhir sebanyak 166.764. Demikian halnya dengan penyebaran dukungan. Dengan 23 kecamatan, maka penyebaran dukungannya harus mencakup 12 kecamatan di Konawe,” jelas mantan Ketua KNPI Sultra ini.

Di Pilkada Kolaka sambung pria yang akrab disapa Dayat ini, minimal sebanyak 16.488 dukungan dari total DPT Pemilu terakhir 164.887 pemilih. Sebaran dukungan ini minimal di tujuh kecamatan dari total 12 kecamatan di Kolaka. Sementara Bau-bau kata dia, jumlah dukungannya sebanyak 11.427 pendukung yang tersebar di 5 kecamatan dari total 8 kecamatan di Baubau.

“Sesuai PKPU Nomor 7 Tahun 2017, penetapan jumlah dukungan paslon independen untuk Pilgub dan Pilkada se-Indonesia paling lambat tanggal 10 September. Sebelum ditetapkan, KPU telah mengkoordinasi penetapan jumlah dukungan paslon perseorangan dengan Bawaslu Sultra tanggal 9 September lalu. Begitupun dengan KPU kabupaten/kota (Konawe, Kolaka dan Baubau) yang telah melakukan dengan Panwas di daerah masing-masing,” jelasnya.

Surat pernyataan dukungan kata dia, harus dilampiri fotokopi identitas kependudukan baik berupa e-KTP maupun surat keterangan (Suket) yang diterbitkan Disdukcapil setempat. Selain itu, syarat pendukung harus berdomisili di Sultra paling singkat setahun dan tercantum dalam DPT Pemilu terakhir atau daftar penduduk potensial pemilih pemilihan (DP4).

Dukungan perseorangan tersebut lanjut dia, disetor ke KPU sebanyak tiga rangkap. Untuk berkas asli akan digunakan KPU dalam melakukan verifikasi terhadap jumlah minimal dukungan. Selanjutnya panitia pemungutan suara (PPS) melalui Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) akan melakukan verifikasi faktual. “Penyerahkan dukungan ke KPU Sultra bisa diajukan mulai tanggal 22 s.d 26 November 2017 atau selama lima har. Untuk kabupaten/kota, penyerahan dukungan lebih awal yakni dimulai pada 5 s.d 9 November 2017. Kemudian akan diverifikasi administrasi dan verifikasi faktual oleh PPK dan PPS nantinya,” jelasnya.

Bagi masyarakat yang ingin maju mencalonkan diri melalui jalur independen baik di pilgub maupun pilkada kata dia, untuk segera menyiapkan persyaratannya. Untuk memberi kesempatan bagi mereka, KPU akan mengumumkan sebulan lebih awal dari jadwal yang ditentukan. (b/wan)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top