Subhanallah…Hafiz Muda asal Kolaka Wakili Sulawesi di Ajang MTQ Nasional, Ada Doa Ibu Dibalik Sukses – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Kolaka

Subhanallah…Hafiz Muda asal Kolaka Wakili Sulawesi di Ajang MTQ Nasional, Ada Doa Ibu Dibalik Sukses

Para hafiz asal Kabupaten Kolaka yang akan mewakili Pulau Sulawesi pada ajang MTQ Nasional yang digelar Kedutaan Besar Qatar di Jakarta, 21 September mendatang.

KENDARIPOS.CO.ID — Kolaka terkenal sebagai daerah yang melahirkan banyak hafiz berprestasi. Terbaru, enam hafiz muda asal Bumi Mekongga berhasil menyisihkan pesaingnya (dari Sultra, Sulsel, Sulteng, Sulbar dan Sulut), sehingga berhak mewakili Pulau Sulawesi pada ajang MTQ Nasional yang digelar Kedutaan Besar Qatar di Jakarta, 21 September mendatang.

Zulfadli Nur, Kolaka

Lantunan ayat suci Alquran saling bersahutan dari sebuah asrama, tak jauh dari Masjid Agung Khaerah Ummah Kolaka, kemarin. Meski belum melihat sang empunya suara, namun orang yang mendengarnya bisa menebak kalau itu pasti suara anak-anak muda yang usianya baru belasan tahun. Mereka tampak begitu semangat membaca kalam Illahi, sebagian lainnya menghafal dan mentadaburinya.

Sambil sesekali melirik untuk memastikan kebenaran bacaannya, mereka terlihat begitu khusyu menghafalkan ayat demi ayat. Meskipun terlihat duduk bergerombol, namun mereka tetap fokus pada hafalannya masing-masing. Tak ada satupun diantara mereka yang saling bercerita. Selang satu jam menghafal, puluhan anak yang mulai beranjak dewasa itu mengakhiri hafalannya dan melanjutkan dengan aktivitas lain.

Di tempat itu, tinggal ada enam anak muda. Mereka tetap melanjutkan hafalannya tanpa mempedulikan aktivitas teman-temannya. Ternyata, mereka ini adalah para hafiz yang baru saja “dinobatkan” sebagai wakil Pulau Sulawesi dalam ajang MTQ Nasional yang digelar Kedutaan Besar Qatar di Jakarta, 21 September mendatang. Mereka adalah Kamaria Zuhra (16), Miftahul Rizki Haling (13), Ussy Pawannari (13), Muhammad Rifky Muliadi (14), Imran Ibrahim (14), dan Arya Panca (12).

Menjelang Magrib, keenam remaja tersebut baru menghentikan pelatihan hafalan qurannya. Miftahul Rizki Haling mengaku perjuangannya mewakili Pulau Sulawesi tidak mudah. Sebab, banyak hafiz yang punya kemampuan hebat dari provinsi lain. Hanya berkat kerja keras, ketekunan serta doa ibu sehingga bisa meraih sukses.

“Kami tak menyangka bisa sampai sejauh ini (berprestasi,red). Alhamdulillah, ini berkat ketekunan dan doa sehingga bisa bersaing. Tapi, pastinya kami melakukan ini semua (menghafal dan ikut lomba,red) tetap dalam bingkai ikhlas karena Allah,” ungkap Rizki. Dalam ajang MTQ Nasional nanti, meski belum memiliki pengalaman bertanding di level nasional, namun gadis 13 tahun itu optimis bisa menjadi yang terbaik. “Untuk lomba MTQ di Jakarta nanti, saya masuk kategori menghafal 15 juz. Sedangkan saat ini saya sudah menghafal 30 juz,” jelasnya.

Senada dengan Miftahul, Ussy Pawannari juga optimis akan menjadi yang terbaik. Mengikuti kategori hafalan 10 juz, Ussy merasa tidak ada kendala. Sama seperti rekannya, hafalan Ussy lebih banyak dibanding dengan hafalan yang akan diperlombakan. “Sekarang saya sudah hafal 16 juz. Sedangkan lomba yang saya ikuti hanya menghafal 10 juz,” katanya.

Optimisme untuk menenangkan lomba MTQ Nasional juga datang dari Arya Panca. Bocah 12 tahun yang memiliki usia termuda diantara utusan lainnya juga menargetkan emas. Mengikuti kategori hafalan 5 juz, Arya mengaku siap menaklukkan lawan-lawannya di kompetisi tersebut. Alasannya, dirinya telah mempersiapkan dengan matang untuk mengikuti lomba religi tersebut. “Kalau dulu saya hanya menghafal tiga kali sehari, sekarang jadi lima. Setiap habis salat lima waktu, saya menghafal atau menguji hafalanku. Sekarang saya sudah hafal 8 juz,” terangnya.

Terlepas dari segala kemampuan dimiliki, keenam anak muda ini percaya, bahwa sulit meraih sukses tanpa doa dan dukungan orang-orang tercinta. Terutama kedua orang tua dan guru yang sudah membimbing selama ini. Termasuk diri mereka sendiri. Makanya, selain memaksimalkan ikhtiar, mereka juga selalu minta restu keluarga.

Persiapan menyambut lomba tidak hanya dilakukan keenam remaja tersebut, tapi juga oleh guru mereka, ustaz Baharuddin atau yang biasa disapa ustaz Bahar. Pembina Pondok Tahfizul Quran Masjid Agung Khaerah Ummah Kolaka tersebut terus memantau perkembangan muridnya. Kata dia, dirinya selalu mewanti-wanti muridnya untuk menguasai hafalannya. “Saya selalu ingatkan teknik membaca, bagaimana penyebutan huruf yang baik serta tajwidnya. Sehingga dalam lomba nanti, penampilan mereka bisa sempurna,” harapnya.

Ayah tiga anak itu optimis anak asuhnya dapat menjadi yang terbaik dalan event tersebut. Pasalnya, selain melihat kemampuan santrinya, dia juga telah melatih mental keenam muridnya itu agar tidak gugup saat tampil di hadapan dewan juri. “Kalau level provinsi mereka sudah biasa. Tapi mereka belum pernah tampil di even nasional. Makanya, saya selalu ingatkan untuk tetap fokus pada hafalannya dan jangan gugup. Karena kalau gugup semua hafalan yang telah dikuasai bisa hilang seketika,” pesannya.

1 of 2

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top