DPRD Kolut Sorot Pengiriman Ore ke Morowali – Kendari Pos Online
Iklan pajak

Konkep
UHO Cup Iklan Iklan 10 Iklan 23
Kolaka Utara

DPRD Kolut Sorot Pengiriman Ore ke Morowali

KENDARIPOS.CO.ID — Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah perusahaan tambang di wilayah Kolaka Utara (Kolut) kembali beraktivitas melakukan eksploitasi ore nikel. Pengerukan mineral bernilai tersebut diduga ilegal karena investor mengangkut dan menjual ore ke Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng).

Salah satu perusahaan yang diketahui giat melakukan penambangan adalah PT Celebessi Mulia Utama. Mereka membawa ore tersebut ke Morowali dan menjualnya ke PT Indonesia Guang Ching Nickel and Stainless Steel Industry. Mereka telah mengangkut 5.400 wet metric ton (WMT) tanpa izin penggunaan pelabuhan resmi di Tanjung Patikala, Desa Patikala, Kecamatan Tolala sejak pekan lalu.

Dari keterangan warga setempat, Ahmad Yarib, proses distribusi ore menuju Morowali berlangsung pada malam hari. “Ini yang kami mau tanyakan. Di mana aparat TNI Angkatan Laut, Polairud Kolut hingga Syahbandar sebenarnya,” sindirnya, Senin (11/9). Yarib mengaku, sepengetahuannya dan berdasarkan aturan, sebelum pengangkutan ore, izin Amdal harus lengkap, termasuk pembagian dana corporate social responsibility (CSR) ke pemerintah daerah sebesar 0,5 persen dan lingkungan hidup. Namun, Humas PT Celebessi, Sofyan berdalih, jaminan reklamasi dan CSR tidak perlu lagi dikeluarkan karena sudah dibayarkan di lokasi (Desa Sulaho) beberapa tahun lalu. “Masa pembayarannya berlaku sampai sekarang, ini kan tidak jelas. Jangan mengelak. Ke mana dana itu,” tanya Yarib lagi.

Ironi lain, warga di sekitar lokasi tambang tidak mendapat kompensasi sedikitpun dari pemilik perusahaan akibat lumpur sebagai bias aktivitas tambang. Selain PT Celebessi, masih ada perusahaan lain mengeruk di sana seperti PT Kreatif Jaya yang beraktivitas pada wilayah izin usaha pertambangan PT. Kasmar Tiar Raya di Desa Larui, Kecamatan Porehu.

Perusahaan itu disebut tidak memiliki dokumen lengkap seperti izin pengangkutan ore yang melintas di jalan provinsi. Meski begitu, kegiatan pengangkutan ore sudah membuat sepanjang jalan menjadi tercemar akibat tumpahan material. Rombongan DPRD Kolut yang dipimpin langsung Ketuanya, Musakkir Sarira telah mendatangi lokasi pertambangan tersebut karena menduga ada aktivitas ilegal.

Anggota Komisi III DPRD Kolut, Buhari menyayangkan aktivitas pertambangan tersebut di wilayah mereka. Kepala Syahbandar Kolut, Irbar yang dikonfirmasi terpisah mengaku mengetahui kegiatan eksploitasi ore nikel itu. Namun ia berargumen, pihaknya hanya menjalankan perintah sesuai nota dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulawesi Tenggara yang ditujukan ke PT. Celebessi Mulia Utama dengan nomor 540/1.449 perihal keterangan verifikasi pengangkutan dan penjualan mineral tertanggal 8 September 2017.

“Surat yang ditandatangani Kepala Dinas ESDM, Burhanuddin tersebut memberikan mandat PT Celebessi melakukan penjualan pada PT Indonesia Guan Cheng sebanyak 5.400 WMT dengan kadar 1,9 persen,” jelasnya. Meski mendapat penolakan warga dan sorotan DPRD, pihak perusahaan tetap melakukan pengerukan. Bahkan dari informasi yang diperoleh, dalam waktu dekat ini pihak perusahaan akan melakukan pengangkutan ore pada tiga kapal tongkang. (b/rus)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top