Penyidik Polda Sultra Sita Alat Berat PT HEP – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Hukum & Kriminal

Penyidik Polda Sultra Sita Alat Berat PT HEP

Tujuh alat berat milik PT.HEP disita penyidik untuk kepentingan penyidikan dugaan penambangan di luar IUP. Usai memasang garis polisi, penyidik berpose dengan alat berat yang disita sebagai barang bukti. Foto : Ade/Kendari Pos.

KENDARIPOS.CO.OD — Penyidikan dugaan penambangan di luar izin usaha penambangan (IUP) PT. Hoffmen Energi Perkasa (HEP), penyidik intens bekerja. Terbaru, tim penyidik Subdit IV Tipiter Ditreskrimsus Polda Sultra turun lapangan untuk menyita alat berat PT.HEP dan penyidik melakukan pengukuran lahan. Pengukuran dilakukan untuk memastikan lahan IUP PT.HEP yang sesungguhnya.

Tim Subdit IV Tipiter yang dipimpin AKP MH Sofwan Rosyidi memasang garis polisi (police line) di lokasi PT.HEP di Kecamatan Moramo Utara, Konsel. Garis polisi dipasang setelah pengukuran lahan dan diketahui PT.HEP menambang di luar IUP-nya sekira dua hektare dari total luas IUP 19 hektare. Penyitaan dan penyegelan alat berat merupakan bagian dari proses penyidikan. Alat berat ini akan diamankan untuk dijadikan barang bukti nanti.

Kasubdit IV Tipiter Ditreskrimsus Polda Sultra, AKBP Didik Erfianto mengatakan total alat berat yang disita sebanyak tujuh unit. Rinciannya, empat excavator dan tiga dump truck. Setelah penyitaan ini, AKBP Didik menjelaskan pihaknya akan melanjutkan penyidikan dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi. Diantaranya Direktur PT HEP, Riky Budiman dan saksi ahli dari Dinas ESDM Sutlra. “Pokoknya masih penyidikan. Yang jelasnya alat berat yang kami sita ini, untuk dijadikan barang bukti,”kata AKBP Didik Erfianto, Kamis (7/9).

AKBP Didik menegaskan belum ada tersangka dalam kasus ini. Tersangka akan ditetapkan setelah gelar perkara. “Bukti sudah kuat. Tinggal kami periksa saksi lagi, baru gelar perkara,” ujarnya. Sementara itu, Manager operasional PT.HEP, Mukhsin yang ditemui di lokasi, mengatakan selama ini PT. HEP melakukan pengapalan dan mengirim material batu ke beberapa perusahaan di Sulawesi. Suplit dijual ke PT VDNI, PT Bintang Delapan Mining di Morowali dan sebagian dijual ke Konawe Kepulauan (Konkep). “Kapal tongkang pengangkut material datang silih berganti jika volume yang akan dikirim sekira dua ribu kubik,” ujar Mukhsin sembari menunjukan material yang siap kirim di atas kapal tongkang di tepi laut.

Sementara itu Kasi Pemetaan Wilayah IUP Mineral bukan logam dan batuan ESDM Sultra, Anhar Chaerudin mengaku ikut hadir dalam pengukuran lahan PT.HEP sebagai saksi ahli atas permintaan penyidik.Menurutnya, hasil pengukuran akan diolah terlebih dahulu. Dia melihat ada beberapa pelanggaran yang dilakukan PT HEP.

Selain laporan soal aktivitas pertambangan diluar IUP. Namun tahapan pengiriman suplit dianggap melanggar, karena ada kelengkapan dokumen yang belum dikeluarkan oleh ESDM seperti surat keterangan verifikasi pengangkutan dan penjualan. “Surat ini belum dikantongi PT HEP. Sebenarnya PT.HEP belum bisa mengirim suplit ini. Karena surat keterangan ini belum dipenuhi,” kata Anhar. (ade/c)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top