Pemkab Konkep Siapkan 500 Hektare Kelapa Dalam – Kendari Pos Online
Iklan pajak

Konkep
UHO Cup Iklan Iklan 10 Iklan 23
Konawe Kepulauan

Pemkab Konkep Siapkan 500 Hektare Kelapa Dalam

KENDARIPOS.CO.ID — Usulan program penanaman kelapa dalam ke pihak Kementrian Pertanian (Kementan) terus ditindaklanjuti pemerintah kabupaten (Pemkab) Konawe Kepulauan (Konkep). Sambil menunggu datangnya bibit kelapa dalam untuk ditanam pada 3000 hektar, Pemkab Konkep melalui Dinas Pertanian (Distan) terus gencar mensosialisasikan program peremajaan kelapa rakyat tersebut.

Saat ditemui di ruang kerjanya, Kadistan Konkep, H. Muh. Tahrir mengatakan, program penanaman kelapa dalam yang ditawarkan ke Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman pada 2 Agustus lalu masih tahap permintaan dalam bentuk proposal. Sambil menunggu bantuan bibit, pihaknya sudah mensosialisasikan program itu pada masyarakat. “Tahun 2018 nanti, kami akan usahakan 500 hektare kelapa dalam sudah bisa ditanami dari 3000 hektare yang kami minta ke kementerian. Nanti tahun berikutnya baru kita tanam lagi 500 hektare,” ujar Kadistan Konkep, Kamis, (7/9). Menurutnya, program kelapa dalam tersebut nantinya akan ditumpangsarikan dengan tanaman pala. Pasalnya, animo warga di Pulau Wawonii untuk mengolah tanaman kelapa sudah mulai menurun. Sehingga program peremajaan kelapa itu akan disilangkan dengan bibit pala.

“Sebelumnya warga tanaman kelapa jaraknya 10×10 meter. Tetapi program peremajaan kelapa ini jarak antar pohon akan diperlebar menjadi 12×12 meter. Nah, diantara pohon kelapa tersebut akan ditanami bibit pala, sebagai penghasilan tambahan petani nantinya,” jelas mantan Kepala BP4K Konkep itu.

Lebih lanjut mantan Kepala BPMD Konkep itu menjelaskan, kurangnya animo masyarakat saat ini untuk mengolah kelapa karena harga kopra hitam perkilogram hanya Rp 500 sampai Rp 800. Tetapi saat ini kata dia, ada dua jenis kopra, yakni hitam dan putih. Dari dua jenis kopra tersebut, harga kopra putih mencapai Rp 1.500 tiap kilogram. “Tahun 2018, pendapatan ekonomi masyarakat akan meningkat. Selain olahan kopra putih yang harganya cukup tinggi, ditambah hasil panen pala, dalam satu pohonya sekali panen mencapai Rp 1 juta,” hitung H. Muh. Tahrir. (c/san)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top