Kehadiran ASN Pemkab Konsel Hanya 10 Persen – Kendari Pos Online
Iklan pajak

Konkep
Zetizen Iklan Iklan 10 Iklan 23
Konawe Selatan

Kehadiran ASN Pemkab Konsel Hanya 10 Persen

KAMALUDDIN/KENDARI POS
Sekab Konsel, H. Sjarif Sajang (kanan) saat memeriksa daftar absensi pegawai pada salah satu SKPD.

KENDARIPOS.CO.ID — Ancaman pemberian sanksi yang selama ini dilakukan, tak cukup membuat para aparatur sipil negara di pemerintah kabupaten (Pemkab) Konawe Selatan (Konsel) merubah perilaku menjadi lebih disiplin. Nyatanya, dalam inspeksi mendadak (Sidak) yang dilakukan Rabu (6/9), ditemukan ruang-ruang kerja kosong dan hanya ada beberapa pegawai tanpa aktivitas berarti. Sidak dimulai pukul 08.45 Wita dan dipimpin langsung Sekretaris Kabupaten (Sekab) Konsel, H. Sjarif Sajang dengan mengunjungi sejumlah kantor satuan kerja perangkat daerah.

Dari hasil pantauan, aktivitas di sekretariat kabupaten masih terlihat normal. Namun di Dinas Keluarga Berencana, Sekab menemukan kantor yang dipimpin Najib tersebut masih dalam keadaan kosong. Tak ada satu pun pegawai yang hadir, termasuk kepala dinas. Sementara di Dinas Pemuda dan Olahraga, hanya empat pegawai yang hadir. Begitupula untuk di Sekretariat DPRD. Beberapa staf tidak berada di kantor. Alasannya, mereka sedang mendampingi anggota DPRD yang sedang reses.

Saat Sidak dilakukan, H. Sjarif Sajang yang didampingi Asisten II, Saala,  Asisten III, Burahim, Kabag Humas, Hermawan, Kabag Ortala, I Gusti Adi Suwantara dan Kabag Hukum, Pujiono, melakukan pengecekan absensi pegawai. Dari situ ia menyimpulkan, tingkat kehadiran para pegawai SKPD  hanya mencapai 10 persen. Sekab hanya bisa prihatin meski sudah sering mengingatkan para aparatur dalam tiap apel dan rapat tentang pentingnya kedisiplinan termasuk kehadiran tepat waktu.

“Saya menyayangkan kejadian ini padahal sudah diberikan amanah, jabatan dan fasilitas oleh pemerintah. Tapi mereka tak mampu melaksanakan amanah tersebut. Jika ada tugas luar harus ada surat perintah tugas dari atasan,” kata Sjarif.

Terkait sanksi tegas bagi pegawai yang indisipliner, ia hanya mengaku akan menjadikan sebagai bahan evaluasi dan secara bertahap meningkatkan pembinaan pegawai. “Yang mangkir masih kami kroscek kebenaran dan alasannya. Jika pelanggarannya ringan, sanksinya mungkin teguran hingga pemotongan tunjangan. Tapi jika memang sudah berulangkali, tidak menutup kemungkinan akan dimutasi atau demosi hingga nonjob,” ancamnya.

Untuk diketahui, Sidak dilakukan lagi setelah Sekab menerima laporan warga tentang kondisi pelayanan yang minim di SKPD. Banyak pegawai hingga pejabat dilaporkan jarang masuk kantor. “Tidak menutup kemungkinan Sidak akan kami lakukan setiap saat. Harus diperhatikan, jam kerja dimulai pukul 07.30 Wita dan pulang pukul 15.30,” tandas Sekab Konsel. (b/kam)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top