Dituntut 5 tahun Penjara, Umar Samiun: Tuntutan Jaksa Tidak Sesuai Fakta Persidangan – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
HEADLINE NEWS

Dituntut 5 tahun Penjara, Umar Samiun: Tuntutan Jaksa Tidak Sesuai Fakta Persidangan

KENDARIPOS.CO.ID JAKARTA- Bupati Buton nonaktif, Samsu Umar Abdul Samiun dituntut lima tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Lembaga antirasuah itu menilai, Umar Samiun (US) terbukti secara meyakinkan dan sah melakukan tindak pidana korupsi. Namun tuntutan itu dianggap berlebihan oleh pihak terdakwa. Kuasa hukum US langsung mengajukan pembelaan alias pledoi yang rencananya akan dibacakan pada sidang lanjutan, Rabu (13/9), pekan depan.

Sidang lanjutan dugaan suap yang melibatkan mantan Ketua Hakim Mahakamah Kontitusi (MK) Akil Mochtar itu digelar di pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, kemarin (6/9). Sidang yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut berlangsung lancar. Umar Samiun sudah tiba sekira pukul 08.30 WIB menggunakan mobil tahanan. Berjalan sekira 1 jam, JPU KPK membacakan tuntutan dengan ancaman 5 tahun penjara dan denda sebanyak Rp 150 juta subsider tiga bulan kurungan. “Menuntut terdakwa Samsu Umar Abdul Samiun karena terbukti secara meyakinkan dan sah bersalah melakukan tindak pidana korupsi,” kata Kiki, salah satu JPU KPK, di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, kemarin (6/9).

Sebelum membacakan tuntutan itu, Kiki mengungkapkan ada dua hal yang menjadi pertimbangan JPU menyusun tuntutan tersebut, yakni faktor meringankan dan faktor memberatkan. Faktor memberatkan yakni lantaran terdakwa terbukti tidak berterus terang dalam melakukan tindak pidana korupsi tersebut. Selain itu, terdakwa juga pernah menjalani hukuman dalam kasus tindak pidana pemilu. “Diketahui terdakwa saat menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Buton terbukti melakukan bagi-bagi uang kepada simpatisan kampanye calon legislatif dari PAN. Terdakwa juga tidak menyesali perbuatannya dan dianggap tidak mendukung program pemerintah dalam hal pemberantasan tindak pidana korupsi,” jelas Kiki.

Sedangkan faktor yang meringankan, lanjut Kiki, terdakwa sangat sopan dalam menjalani proses persidangan. “Terdakwa juga memiliki tanggungan keluarga. Sehingga tuntutan ini kita susun berdasarkan dua pertimbangan tersebut. Namun semua keputusan kita serahkan kepada majelis hakim untuk memutuskan perkara tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, US yang ditemui usai persidangan mengungkapkan ada banyak ketidaksesuaian dalam pembacaan tuntutan dipersidangan. Menurutnya, ada beberapa objek tuntutan justru tidak bersesuaian dengan fakta yang ada dipersidangan. “Ada banyak hal yang ada dalam tuntutan justru tidak terdapat dalam fakta persidangan. Kita akan melakukan proteksi untuk itu akan ajukan nota pembelaan pada sidang berikutnya,” tuturnya.

Kuasa Hukum US, Saleh SH mengungkapkan, JPU sesungguhanya mengalami kebingungan dalam penyusunan tuntutan. Dirinya menilai tuntutan jaksa tidak sesuai materi dalam persidangan sebelumnya. “JPU dalam menyusun tuntutan, lebih pada permainan opini. Misalkan begini, sudah jelas dikatakan Abu Umaya dia tidak tahu, apakah US meminta bantuan Dian Fariksa untuk menyusun tuntutan pada sengketa di MK. Namun dalam tuntutan, seolah- olah dibuat bahwa yang membuat tuntutan saat berperkara di MK adalah Dian Fariska,” jelasnya.

Selain itu, Saleh juga mengungkapkan terkait dengan uang Rp 1 miliar. Menurutnya jelas, Akil Mochtar sendiri tidak mengakui bahwa dirinya menyuruh Arbab Paproeka untuk meminta sejumlah uang. Arbab juga sudah mengakui bahwa uang tersebut diperuntukan untuk dirinya. “Tetapi dalam persidangan dibelokan seolah-olah uang itu untuk Akil Mochtar. Artinya, tuntutan ini tidak sesuai dengan fakta persidangan. Kita tentu akan membuat pembelaan. Rekaman persidangan sebelumnya akan kami sampaikan ke majelis hakim. Ini untuk membuktikan bahwa tuntutan JPU tidak sesuai fakta persidangan,” pungkasnya. (b/yog)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top