Derita Masyarakat Terisolir di Buton Utara, Listrik Tak Ada, Jalan juga Rusak Parah – Kendari Pos Online
Iklan pajak

Konkep
UHO Cup Iklan Iklan 10 Iklan 23
Buton Utara

Derita Masyarakat Terisolir di Buton Utara, Listrik Tak Ada, Jalan juga Rusak Parah

Seorang anak di belajar tanpa listrik di Desa Tomohai.

KENDARIPOS.CO.ID — Warga desa Tomohai, Lakansai, dan Pebaoa di Buton Utara (Butur) hingga kini belum menikmati sentuhan peradaban. Jangankan mau update status di facebook, twiter atau semacamnya, untuk berkomunikasi lewat telepon saja tak bisa. Ditambah lagi kondisi jalan rusak parah, sehingga menambah derita warga karena sulit mengakses dunia luar.

Hadrian Indra Mapa, Butur

Indra tampak ngos-ngosan. Dia terpaksa mendorong sepeda miliknya karena tak bisa “menaklukan” jalanan di desanya yang berlumpur. Peluh yang membasahi sekunjur tubuh tak dihiraukannya. Motivasinya hanya satu, segera tiba di kampung sebelah yang ada jaringan untuk menelpon. Pemuda 20 tahun yang tinggal di desa Tomohai ini butuh informasi cepat dari temannya yang ada di Makassar, terkait lulus tidaknya dia di salah satu perguruan tinggi, di kota terbesar di Indonesia Timur itu.

Dia terpaksa menyeberang ke desa tetangga meski harus melalui medan sulit (jalanan rusak parah), karena di desanya tak ada sinyal telepon selular. Bahkan, untuk sekadar mencas hadphone juga sulit karena belum ada listrik. Deritanya bertambah karena jalanan rusak parah, sehingga seperti terisolir dari dunia luar. Sangat jauh dari hingar bingar peradaban. “Sudah bertahun-tahun kondisi kami seperti ini. Semoga pemerintah secepatnya memberi perhatian,” kata Indra, kemarin.

Keluhan Indra mungkin saja mewakili jeritan hati masyarakat yang tinggal di desa Tomohai, Lakansai, dan Pebaoa. Ketiga desa yang terletak di Kecamatan Kulisusu Utara Kabupaten Buton Utara itu memang hingga kini masih terisolir, belum tersentuh listrik dan jaringan telekomunikasi. Akses jalan menuju ketiga desa itu juga cukup sulit. Setidaknya, mereka yang ingin menuju desa ini membutuhkan waktu sekira 50 menit melewati jalur darat.

Selama berkendara, pengemudi harus berhati-hati karena kondisi jalan belum diaspal. Jika hujan mengguyur kondisi jalan sulit dilintasi, tanahnya berlumpur dan licin. Tak jarang warga harus menahan diri ke luar desa jika sudah masuk musim penghujan. Tak hanya akses jalan yang buruk, sampai saat ini warga di desa itu belum menikmati fasilitas listrik dan jaringan seluler. Untuk sekadar menonton televisi, warga menggunakan mesin diesel. Sedangkan untuk menelpon harus menyambangi desa tetangga.

Rencana pemerintah untuk mengalirkan listrik desa itu sudah tersiar sejak lama. Namun sampai sejauh ini belum juga ada realisasi. Tiang listrik memang sudah dipasang hanya belum ada kabelnya. Warga dijanji lagi tahun depan baru bisa tersambung jaringan listriknya. “Kalau listrik di sini belum masuk. Jadi, kami “menggandeng” tetangga yang punya mesin disel. Itupun menyala mulai pukul 18.00 wita hingga 22.00 wita,” jelas Sudirman, salah satu warga Tomohai saat ditemui di kediamannya, kemarin.

1 of 3

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top