Berkas Lengkap, Lima Tersangka Bibit Fiktif di Dishut Konut Segera Dilimpahkan – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Hukum & Kriminal

Berkas Lengkap, Lima Tersangka Bibit Fiktif di Dishut Konut Segera Dilimpahkan

AKBP Sunarto

KENDARIPOS.CO.ID — Perkara dugaan pengadaan bibit fiktif di Dinas Kehutanan Konut tahun 2016 kini memasuki babak baru. Lima orang yang dianggap bertanggung jawab dan telah ditetapkan sebagai tersangka akan segera dilimpahkan ke jaksa peneliti oleh penyidik Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Sultra. Itu artinya, tak lama lagi mereka akan menjalani persidangan.

Perkara dugaan memperkaya diri sendiri dalam proyek pengadaan bibit fiktif menyeret Amirudin Supu, Kadis Kehutanan Konut ketika itu sekaligus sebagai kuasa pengguna anggaran (KPA) dan Muhamaddu sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK). Berdasarkan penyelidikan dan penyidikan, tiga orang lainnya ditetapkan tersangka, yakni Ahmad bin Tulangkuse sebagai rekanan proyek, Willy Jumarni dan Zainal sebagai pemeriksa barang.

Penyidik sempat kesulitan melimpahkan berkas tersangka Amirudin Supu dan beberapa tersangka lainnya karena Ahmad bin Tulangkuse masih buron namun jaksa bersedia menerima berkas Ahmad ketika dilimpahkan secara bersama-sama. “Setelah kami koordinasi, jaksa mau menerima berkasnya. Secepatnya akan kami limpahkan,” kata Kabid Humas Polda Sultra, AKBP Sunarto yang didampingi Kasubdit III Tipikor, AKBP Honesto Rudi Dasinglolo, Rabu (6/9).

Menurut AKBP Sunarto, kasus ini akan dinyatakan lengkap (P21) oleh jaksa setelah berkas, tersangka dan barang bukti dikirim penyidik. Mengenai tersangka Ahmad bin Tulangkuse yang dinyatakan daftar pencarian orang (DPO), AKBP Sunarto memastikan pihaknya masih mengejar yang bersangkutan. Jika ditemukan maka berkasnya akan segera dirampungkan lalu dilimpahkan di Kejati Sultra. “Pada intinya kami limpahkan dulu berkas yang sudah rampung ini,” ujar mantan Kapolres Muna itu.

Untuk diketahui, BPKP Sultra menemukan potensi kerugian negara sekira Rp 700 juta. Modus kasus pengadaan bibit ini cukup menarik. Khusus pengadaan bibit dan penanaman jati, terjadi perbedaan besaran anggaran dalam kontrak dan daftar pagu anggaran (DPA). Dalam kontrak tertera anggaran sebesar Rp 879 juta, sementara dalam DPA berjumlah Rp 1,176 miliar. Sehingga ditengarai, selisih anggaran dalam kontrak dan DPA diselewengkan. Lalu ada dugaan mekanisme pencairan dana tidak benar, yaitu uang telah dicairkan 100 persen sementara pekerjaan fisik belum selesai.

Khusus pengadaan bibit eboni dan bayam, harusnya yang diadakan masing-masing sebanyak 2.750 bibit. Faktanya hanya bibit eboni yang ril sebanyak 2.750. Sedangkan bibit bayam tidak diadakan. Selain itu, bibit jati yang seharusnya diserahkan dan dinikmati masyarakat, justru ditanam di lahan milik tiga oknum pejabat Konut kala itu. (ade/c)

 

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top