Sultra Alami Deflasi 1,55 Persen Sepanjang Agustus – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Ekonomi & Bisnis

Sultra Alami Deflasi 1,55 Persen Sepanjang Agustus

KENDARIPOS.CO.ID — Sepanjang bulan Agustus, harga sejumlah komoditi pangan berangsur stabil, utamanya sayur dan ikan segar yang memberi dampak cukup positif. Tercatat, Sultra mengalami deflasi sebesar 1,55 persen didukung oleh deflasi Kota Kendari dan Baubau. Beberapa bulan lalu, ekonomi Sultra sempat dihantam lonjakan harga bahan pangan akibat cuaca ekstrim di sentra produksi.

Kepala Perwakilan BI Sultra, Minot Purwahono menguraikan, deflasi yang terjadi di Sultra juga didorong oleh turunnya tarif transportasi khususnya tiket angkutan udara. Selama Agustus, deflasi angkutan udara terjadi di Kota Kendari dan Baubau dengan besaran masing-masing 11,31 persen dan 23,28 persen. Sebaliknya, makanan jadi dan kesehatan masing-masing mengalami inflasi sebesar 0,15 persen, sehingga laju peningkatan deflasi Sultra tertahan di posisi 1,55 persen saja.

“Bulan lalu, sebagian besar bahan pangan pemicu inflasi (volatile food) mengalami penurunan harga dan ternyata mampu mendorong deflasi. Ini sangat terlihat di Kota Kendari dan Baubau. Beberapa jenis sayuran yang alami deflasi adalah bayam, kangkung, sawi hijau, daun pakis dan terong panjang. Semua karena normalnya pasokan seiring cuaca di Sultra yang kian kondusif,” urai Minot.

Selain itu, jumlah pasokan ikan segar yang terjaga di Kota Baubau maupun Kendari turut mendorong deflasi Sultra. Diantaranya, ikan cakalang, layang, ekor kuning, rambe, teri, katamba dan ikan kembung. Secara tahunan, inflasi volatile food pada bulan Agustus tercatat 9,38 persen.

Selanjutnya, komoditas sandang juga mengalami penurunan inflasi yakni pakaian anak-anak dan wanita. Sementara kelompok pendidikan Taman Kanak-kanak dan Pendidikan Anak Usia Dini juga mengalami penurunan inflasi.

Dalam rilis berita statistik pada hari Senin (4/9), Kepala Badan Pusat Statistik Sultra, Atqo Mardiyanto memaparkan, selama Agustus Kota Kendari mengalami deflasi 1,48 persen. Ini terjadi karena turunnya harga bahan makanan, transportasi, komunikasi dan jasa keuangan. Sebaliknya, kelompok yang justru menyumbang angka inflasi adalah makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau hingga bahan bakar.

“Dari sebelas kota di Pulau Sulawesi, enam kota tercatat deflasi termasuk Kendari dan Baubau sedangkan lima kota lainnya tercatat inflasi. Deflasi tertinggi di Baubau 1,76 persen,” kata Atqo.

Kendatipun harga sejumlah komoditi belum pulih total namun ia optimis kondisi akan kembali seperti sediakala. Menurutnya, dengan terjaganya harga di pasar maka inflasi Sultra bakal terjaga. (feb/b)

 

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top