Klaim Rebut 10 Kursi di DPRD Sultra, Ali Mazi : Final Saya Pasangan dengan Lukman Abunawas – Kendari Pos Online
Iklan pajak

Konkep
Zetizen Iklan Iklan 10 Iklan 23
Politik

Klaim Rebut 10 Kursi di DPRD Sultra, Ali Mazi : Final Saya Pasangan dengan Lukman Abunawas

KENDARIPOS.CO.ID — Kontestasi menuju pemilihan gubernur (Pilgub) Sultra mulai menarik. Setelah ada pasangan Rusda Mahmud-Safei Kahar, kini giliran Ali Mazi-Lukman Abunawas yang sudah menyatakan bergabung untuk maju bertarung. Pasangan yang memilih akronim “Aman” ini mengklaim sudah mendapat lampu hijau dari dua partai politik (Parpol) besar, Golkar dan Nasdem sebagai kendaraan politik.

Bakal calon gubernur (Bacagub), Ali Mazi mememastikan dirinya sudah final berpasangan dengan Lukman Abunawas di Pilgub Sultra, tahun depan. “Kami sudah koordinasi sebelumnya. Pak Lukman sudah setuju kami berpasangan di Pilgub. Kolaborasi ini membuat Aman bisa menang mudah di Pilgub, insya Allah,” tegas Ali Mazi saat ditemui usai memaparkan visi misi di Partai Hanura pada salah satu hotel di Kendari, Selasa (5/9).

Mantan Gubernur Sultra itu juga memastikan, dirinya akan didukung Partai Golkar dan Nasdem. Gabungan dua partai ini punya 10 kursi di DPRD Sultra, itu artinya sudah bisa menjadi kendaraan politik untuk maju bertarung. Hanya saja, dirinya tetap berharap Partai Hanura bisa bergabung. Karena dirinya yakin bersama Hanura bisa memenangkan pertarungan di Pilgub. “Kalau Hanura mendukung, pasti saya akan berikan yang terbaik kepada Hanura. Salah satunya untuk mendukung Partai Hanura mendudukan wakilnya di DPR RI,” janjinya.

Saat membacakan visi misinya dihadapan pengurus DPP dan DPW Partai Hanura, Ali Mazi mengatakan, jika terpilih nanti akan melaksanakan program Stelsel Masyarakat Sejahtra atau SMS. Di mana SMS adalah tatanan program untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, agar bisa mandiri. “Jadi SMS itu adalah sistem komunitas setingkat desa, kelurahan yang akan diselenggarakan oleh masyarakat secara swadaya. Di mana dengan swadaya tersebut masyarakat akan mampu membangun diri sendiri, menolong diri sendiri dalam rangka memenuhi kebutuhan dan kepentingan bersama secara berkelanjutan,” jelasnya.

Masih menurut Ali Mazi, dirinya tak akan mecari investor asing untuk berinvestasi di Sultra. Karena menurutnya banyak investor lokal yang juga dapat mengembangkan Sultra dan tentunya akan lebih efektif bila menggunakan investor lokal. “Banyak konglomerat di Jakarta, untuk apa pergi ke luar negeri,” ungkapnya.

Bukan hanya itu, dia mengaku punya banyak masa fanatik termasuk juga pasangannya. Tiga hal ini (dukungan parpol, ketokohan hingga masa fanatik) akan membuatnya tak sulit memenangkan Pilgub Sultra. “Kolaborasi kami berdua sangat ideal. Ini akan menjadi garansi kemenangan di Pilgub nanti,” optimisnya.

Kepastian pasangan Aman sudah final juga disampaikan Lukman Abunawas (LA). Kata dia, saat ini dirinya bersama Ali Mazi tinggal menunggu rekomendasi parpol, yakni Golkar dan Nasdem. Beberapa kali dirinya sudah dipanggil menghadap unsur pimpinan kedua partai untuk berdiskusi soal keseriusannya menuju Sultra-1 “Ada beberapa provinsi yang kemungkinan besar Golkar dan Nasdem bakal berkoalisi. Salah satu diantaranya di Pilgub Sultra. Selangkah lagi, kami bisa dapat rekomendasi dua parpol itu,” klaimnya.

Dalam rekomendasi itu, lanjut dia, Ali Mazi akan maju sebagai calon gubernur, sementara dirinya sebagai wakil. LA mengaku tak keberatan soal itu. Sebab, Ali Mazi dinilainya sosok berpengalaman dan memiliki elektabilitas lebih tinggi. . “Pak Ali Mazi sudah pernah jadi gubernur, elektabilitas cukup baik sejauh ini,” jelasnya.

Bagi LA, Pilgub adalah pertarungan untuk menang. Jadi dirinya tak berniat memaksakan diri untuk maju 01 bila hasil surveinya belum meyakinkan. “Kita tampil untuk menang. Kalau sebagai 02 menang ya kita maju,” ujarnya. Lebih lanjut Ketua KONI Sultra itu melihat, bergabungnya dia dengan Ali Mazi akan menggabungkan dua kekuatan besar dari kepulauan dan daratan. Makanya, bila tim solid maka kemenangan akan diraih. “Dia orang kepulauan, saya mewakili daratan. Artinya kita sudah punya bayangan kekuatan,” tambahnya.

Bila rekomendasi sudah dikantongi, maka LA dan Ali Mazi sudah bisa menyiapkan deklarasi. “Kita akan deklarasi kalau sudah ada rekomendasi,” tandasnya. Sebelumnya, LA mengaku menjajaki beberapa partai seperti PDIP dan Demokrat. Namun, dua partai besar itu belum memberikan sinyal pada siapa dukungannya akan diberikan. Berbeda dengan Golkar dan Nasdem yang saat ini sudah hampir final.

Soal klaim Alimazi yang telah mendapatkan dukungan dan rekomendasi Golkar, Ketua DPD Golkar Sultra Ridwan Bae tak mempersoalkan. Menurutnya, itu sesuatu yang wajar. Semua pihak, kata dia berhak mengklaim mendapatkan dukungan. Namun nantinya yang membuktikan adalah rekomendasi yang telah ditetapkan dan dikeluarkan oleh DPP Golkar. “Silahkan saja mengklaim mendapatkan dukungan, itu sah-sah saja. Namun kita tunggu saja nanti minggu depan,” terangnya.

Ketua Harian DPP Golkar, Nurdin Halid mengaku pihaknya belum memutuskan siapa yang akan diusung di Pilgub Sultra. Dirinya enggan membeberkan alasan mengapa pihaknya belum menentukan sikap terhadap siapa yang akan diusung dalam Pilgub Sultra. “Untuk Pilgub Sultra belum kita putuskan. Kita masih tunda minggu atau dua minggu ke depan,” katanya.

Disinggung soal, klaim salah satu bakal calon Gubernur Sultra Ali Mazi, Nurdin tak membantahnya. Menurutnya, semua pihak memiliki peluang untuk diusung oleh partai Golkar. “Sangat wajar kalau klaim akan diusung. Namun semua itu kita akan lihat survei kekuatan seperti apa. Nanti kita bisa menentukan siapa yang pasti mendapatkan rekomendasi Golkar kalau sudah ada rekomendasi,” imbuhnya. (ely/kmr/yog)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top