Jalan Provinsi di Sultra Butuh Tambahan Rp 30 Miliar – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Metro Kendari

Jalan Provinsi di Sultra Butuh Tambahan Rp 30 Miliar

Rundubeli Hasa

KENDARIPOS.CO.ID — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) berharap peningkatan infrastruktur publik diberi porsi lebih banyak dalam postur APBD-P Sultra. Misalnya, soal pemeliharaan jalan yang dinilai mengalami kerusakan parah akibat bencana banjir beberapa waktu lalu. Harapan itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Sultra, Nursalam Lada.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi di Sultra cukup dipengaruhi oleh berbagai infrastruktur publik seperti jalan dan jembatan. Sehingga, Dinas SDA dan Bina Marga Sultra seharusnya sudah melakukan identifikasi titik-titik mana saja yang harus dikerjakan segera. “Kita akan selalu dukung kalau soal jalan ini. Karena ini kebutuhan vital, yang mempengaruhi ekonomi kita dalam hubungannya dengan mobilisasi barang dan jasa,” ujar Nursalam Lada, Selasa (5/9).

Sementara itu, Kepala Dinas SDA dan Bina Marga Provinsi Sultra, Rundubeli Hasan mengaku sudah merampungkan identifikasi jalan rusak dan kini sudah diusulkan ke dewan. Pihaknya kata dia membutuhkan tambahan anggaran sekira Rp 30 miliar lebih untuk pembangunan ruas jalan lanjutan. “Pekerjaan ini ada di Kabupaten Muna, Konsel, Kolaka Utara, Konawe, dan di wilayah Buton,” ungkapnya.

Selain itu, sebaiknya dialokasikan pula untuk tambahan pemeliharaan rutin jalan dan jembatan senilai Rp 3,5 miliar. Rinciannya, Rp 3 miliar untuk pemeliharaan dan Rp 500 juta untuk jembatan. Secara keseluruhan masih kata Rundubeli, intansinya butuh Rp 45 miliar diakhir tahun ini. Selain urusan jalan dan jembatan, Dinas SDA dan Bina Marga juga membidangi pengairan yang juga butuh dana lebih dari Rp 10 miliar. “Beberapa sungai juga akan kita tangani, misalnya di Muna Barat, Sungai Sodoha dan Watubangga di Kendari. Titiknya pada luapan air saat banjir kemarin,” tambah Rundubeli Hasan.

Dia juga memastikan pekerjaan fisik itu dituntaskan tepat waktu. Setelah ketuk palu lelang, pihaknya bisa tancap gas sebab sudah masuk kategori pekerjaan lanjutan. Tak ada lagi proses perencanaan. “Bisa kita selesaikan dalam waktu dua hingga tiga bulan. Kita sudah hitung itu, tidak akan terlambat. Kalau yang tidak bisa dituntaskan, maka nanti 2018 saja kita usulkan lagi,” pungkasnya. (ely/c)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top