Stok Darah Masih Aman, Golongan Darah AB Sulit Didapat – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Metro Kendari

Stok Darah Masih Aman, Golongan Darah AB Sulit Didapat

KENDARIPOS.CO.ID — Ani tergeletak tak berdaya di ranjang rumah sakit. Siang itu, dia mengalami pendarahan hebat usai melahirkan anak keduanya. Gerak cepat dokter sedikit terhambat karena stok darah habis. Maklum, perempuan asal Kabupaten Muna memiliki golongan darah AB, jenis darah yang tergolong langka alias sulit dicari. Nyawanya nyaris tak tertolong, untung di saat kritis itu ada seseorang yang bersedia mendonorkan darahnya.

“Alhamdulillah, kalau tidak ada pendonor itu, saya tidak tahu bagaimana nasibku sekarang,” kenang wanita 30 tahun itu, Senin (4/9). Peristiwa itu memang sudah beberapa bulan lalu. Namun, masih membekas di lubuk hatinya paling dalam. Efek positifnya, dia dan keluarga makin rajin donor darah.

“Sekarang kami sadar, ternyata donor darah itu sangat penting. Bukan hanya untuk orang lain, tapi juga diri sendiri,” katanya sambil tersenyum. Dia berharap semakin banyak orang yang sadar untu aktif donor darah. Apalagi informasi yang dia peroleh, beberapa rumah sakit di Sultra sempat kekurangan stok darah. Momentum peringatan hari Palang Merah Indonesia (PMI) menjadi kesempatan untuk menumbuhkan kesadaran itu.

Sejauh ini, PMI Sultra mengklaim kesadaran masyarakat untuk berinvestasi sosial khususnya mendonorkan darahnya untuk orang lain terus meningkat. Itu diukur dari ketersediaan kantong dari di intansi pemasok darah itu. Dari waktu ke waktu stok darah terus bertambah, bahkan tahun ini terbilang aman.

Direktur UTD PMI Sultra, dr. Ansar Sangka mengungkapkan, kantong darah saat ini tersedia sebanyaj 212 kantong. Terdiri dari 62 kantong golongan darah A, 61 kantong golongan darah B, 74 kantong darah O dan 15 kantong darah AB. Jumlah itu kata dia, sisa yang terkumpul di bulan Agustus. Sementara September ini pihaknya sudah menjadwalkan beberapa instansi untuk mendampingi lakukan donor darah. “Saya katakan meningkat, karena kita tercukupi. Sebelumnya, malah nanti ada permintaan baru mencari sama-sama. Sekarang, Alhamdulilah selalu ada stok tersedia,” kata dr Ansar Sangka saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin.

Idealnya kata dia, Sultra membutuhkan minimal 900 kantong darah setiap bulannya. Itu untuk memasok kebutuhan darah di 6 rumah sakit yang telah bekerja sama. Yakni RSUD Bahteramas, RSUD Kota Kendari, RSU Santaana, RSU Bayangkara, RSU Ismoyo dan RSU PMI. “900 kantong itu tidak harus terkumpul satu kali. Karena memang yang membutuhkan setiap hari selalu ada. Kalau ada stok 200 kantong itu sudah lumayan,” jelasnya.

Dia menambahkan, pendonor dari intansi memang masih menjadi andalan saat ini. Untuk perorangan masih sangat terbatas. Kebanyakan pihaknya bekerja sama dengan lembaga pemerintah atau organisasi yang menggelar acara tertentu. Biasanya hari jadi lembaga atau organisasi atau dalam rangka perayaan hari besar nasional.

“Misalnya kemarin, ada Polwan yang panggil untuk donor darah. Ada juga PT. Antam, mereka sudah siap di tempatnya dan kita datang dengan mobile unit kami yang siap menampung darah,” ungkapnya. Untuk jenis darah yang selalu stoknya tersedia dalam jumlah banyak yakni darah O, sementara yang terbatas adalah jenis AB. Sebab berdasarkan hasil penelitian para ahli kesehatan, orang Asia Tenggara sebagian besar bergolongan darah O. “Kita biasa kekurangan, tapi jenis AB, karena ini terus terang lebih langka, menemukan pendonornya harus benar-benar mencari,” terangnya.

Meski terbilang cukup lanjut dr Ansar, ada waktu-waktu tertentu di mana pihaknya kesulitan mendapatkan pasokan darah. Yakni bulan suci Ramadan dan momentum tahun baru. “Bulan Ramadan orang puasa jadi jarang mendonor, tahun baru tutup kantor. Kita juga tidak bisa menyiasatinya dengan mengirit karena ini barang yang dibutuhkan,” lanjutnya.

Olehnya itu, Ia berharap apa yang ada saat ini masih bisa terus meningkat. Sebab potensi darah di Sultra cukup tinggi. Bila seluruh masyarakat memiliki kesadaran untuk mengeluarkan sedikit darahnya untuk membantu orang lain. Menurut dia, banyak orang menilai bahwa mendonor darah itu harus menunggu momentum tertentu. “Padahal bisa langsung ke sini saja kalau mau, tidak perlu berkelompok, perorangan juga bisa,” ucapnya.

PMI Kabupaten Kolaka sebagai penyedia stok darah di tiga kabupaten yaitu Kolaka, Kolaka Utara, dan Kolaka Timur juga memastikan saat ini stok darah masih tersedia. Untuk memenuhi stok darah di tiga kabupaten tersebut, PMI Kolaka rutin melakukan kegiatan donor darah. “Setiap kegiatan itu kami selalu targetkan 10 kantong. Target tersebut selalu tercapai bahkan lebih, seperti kegiatan donor darah pada Agustus lalu. Dari dua kegiatan yang kami gelar, mendapatkan 60 kantong darah. Masing-masing 40 kantong dari donor darah oleh Pemkab di rumah adat dan 20 kantong dari kegiatan MAN 1 Kolaka,” kata Haeruddin, Koordinator relawan PMI Kolaka saat ditemui, Senin (4/9).

Dia mengatakan, PMI Kolaka hanya sebatas menyediakan tenaga relawan untuk mendonor darah. Sedangkan untuk stok persedian darah di Kolaka disimpan di Rumah Sakit Benyamin Guluh (RSBG). “Kami hanya menyediakan pendonor saja, kalau ada warga Kolaka yang butuh darah maka dia ke RSBG, karena disitu darah disimpan,” tuturnya.

Haeruddin menuturkan, meskipun jumlah kantong darah setiap kegiatan selalu melewati target, namun menurutnya Kolaka masih jauh dari kondisi ideal. Alasannya, jumlah warga yang membutuhkan lebih banyak daripada yang mendonor. Olehnya itu, untuk menjaga ketersediaan darah di Kolaka, pihaknya mengandalkan relawan.

“Jumlah relawan yang selalu mendonor darah yaitu sekira 140 orang. Rinciannya, 40 orang relawan PMI dan 100 orang lainnya adalah tenaga suka relawan. Meskipun tenaga relawan terbilang cukup banyak, tetapi kami masih kekurangan stok darah, khususnya darah AB. Golongan darah itu paling jarang di antara golongan darah lainnya,” bebernya.

Sementara itu, berdasarkan pantauan Kendari Pos di RSBG Kolaka, stok darah di rumah sakit tersebut mulai menipis. “Darah O tinggal enam kantong, darah B lima kantong, darah A enam kantong. Sedangkan darah AB itu masih kosong,” ungkap Kabid Layanan Kesehatan RSBG Kolaka, drg Dewi. (b/fad/ely)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top