Premium Langka di Kendari, Pemilik SPBU : Jatah Kami Dikurangi – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Metro Kendari

Premium Langka di Kendari, Pemilik SPBU : Jatah Kami Dikurangi

Ilustrasi SPBU

KENDARIPOS.CO.ID — Sudah beberapa pekan terakhir, antian mengular di beberapa Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU). Masyarakat mengantri untuk mendapatkan BBM jenis premium. Kalau tidak kebagian premium, mau tidak mau masyarakat membeli BBM pertalite. Kondisi itu memunculkan rumor bahwa jatah ke SPBU dikurangi dari suplai normal. Bahkan ada upaya menggiring masyarakat untuk mengalihkan penggunaan premium ke pertalite.

Salah satu seorang pengelola SPBU di Kota Kendari yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan jatah premium sudah berkurang. Tak heran jika premium di SPBU itu lekas habis dan terpaksa masyarakat membeli pertalite. Saat ditanya berapa stok premium dan pertalite diberikan oleh pihak depot, pengelola SPBU tersebut enggan berkomentar. “Yang jelasnya dikurangi. Itu mi bensin cepat habis,” ujarnya sambil berlalu saat ditemui oleh Kendari Pos, Senin (4/7/2017).

Salah seorang masyarakat yang mengaku bernama Fadil mengatakan dirinya terpaksa menggunakan pertalite. Karena pada saat hendak mengisi, premium selalu habis. Buktinya, beberapa hari terakhir, antrian selalu terlihat di SPBU-SPBU. “Cepat sekali habis bensin, mau tidak mau kita beli pertalite. Bagaimana tidak mau habis lebih banyak yang isi pake jerigen baru dijual eceran. Itu mi cepat habis. Kalau ada yang beli (premium) pake jerigen lebih diperhatikan daripada kita yang mengantri,” ujar Fadil saat ditemui sedang mengantri di salah satu SPBU, kemarin.

Sementara itu, Sales Executive Retail IV Sultra, Dimas Mulyo Widyo Saputro mengatakan jatah delapan ton sehari tetap diberikan kepada setiap SPBU. Dia membantah pihak Depot Pertamina mengurangi jatah premium setiap SPBU. “Antrian itu bukan karena kami kurangi stok, kami tidak tahu persis apa penyebab antrian disetiap SPBU. Yang pastinya, untuk premium kami tidak kurangi stoknya. Masih seperti dulu, delapan ton perhari sesuai dengan kapasitas mobil tangki,” ujar Dimas Mulyo Widyo Saputro saat dihubungi Senin (4/9/2017).

Dimas meluruskan wacana yang beredar di masyarakat terkait upaya pengalihan pemakaian premium ke pertalite, sehingga jatah premium SPBU perlahan dipangkas. Kata Dimas, wacana itu tidak benar. Sebab, kalau premium mau dihilangkan, tentu sejak dulu sudah dilakukan, namun faktanya hingga saat ini BBM premium masih dinikmati masyarakat. “Masa mau dihilangkan. Kalau mau yah dari dulu kami hilangkan (premium). Biarkan petalite saja yang beredar, tapi nyatanya tidak kan. Pertalite dan premium masih diedarkan ke SPBU. Itu hanya isu saja,” tutupnya.
(kmr/c)

 

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top