Dugaan Pertambangan Ilegal, Penyidik Periksa Empat Karyawan PT HEP di Konsel – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Hukum & Kriminal

Dugaan Pertambangan Ilegal, Penyidik Periksa Empat Karyawan PT HEP di Konsel

Ilustrasi tambang batu

KENDARIPOS.CO.ID — Perkara dugaan penambangan ilegal yang diduga dilakukan PT Hoffmen Energi Perkasa (HEP) sudah naik status ke penyidikan. Penyidik Subdit IV Tipiter Ditreskrimsus Polda Sultra intens memeriksa saksi-saksi. Kali ini empat orang karyawan PT HEP diperiksa penyidik. Mereka adalah Perli dan La Ode Malili, masing-masing berperan sebagai operator alat berat. Selain itu, dua sopir truk, Alamna Esa dan Midwan. Semuanya diperiksa sebagai saksi.

Kasubdit IV Tipiter Ditreskrimsus Polda Sultra, AKBP Didik Erfianto, pemeriksaan empat orang karyawan ini dilakukan untuk menjelaskan aktivitas yang dilakukan PT HEP selama beroperasi. Mulai dari aktivitas pengerukan hingga pemuatan batu di PT HEP. Empat orang ini, diperiksa dalam kapasitas sebagai saksi untuk tahapan ini. Mereka diperiksa diruang penyidik Subdit IV sekira lima jam.

AKBP Didik mengatakan pemeriksaan saksi masih akan dilakukan. Setelah itu lalu akan dilakukan gelar perkara. “Setelah ini (pemeriksaan saksi) kami akan periksa orang-orang dari Direksi PT HEP,” ujar AKPB Didik Erfianto, Senin (4/9). AKBP Didik menjelaskan berdasarkan bukti permulaan, penyidik menemukan adanya dugaan pelanggaran undang-undang pertambangan yang dilakukan PT HEP. Misalnya, ada dua hektare lahan yang tidak masuk dalam konsesi PT HEP selama ini. Yang jelasnya, dua alat bukti telah dikantongi penyidik. AKBP Didik menegaskan aktivitas PT HEP ini dianggap melanggar karena aktivitas tambang dilakukan diluar Izin usaha Pertambangan (IUP). “Masih ada saksi yang akan kami periksa lagi, setelah ini. Diantarannya saksi ahli,” tambahnya.

AKBP Didik Erfianto menambahkan pihaknya juga akan memeriksa Direktur PT HEP, Riky Budiman. Pemeriksaan petinggi perusahaan akan dilakukan, setelah penyidik menuntaskan pemeriksaan saksi diinternal PT HEP dan saksi ahli. Untuk diketahui, dalam mengusut perkara ini, penyidik menerapkan pasal 158 Undang-Undang Nomor 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba). Ancaman pidana 10 tahun penjara dan denda Rp 10 miliar. Perusahaan tersebut merupakan perusahaan tambang batu yang beroperasi di Desa Wawatu Kecamatan Moramo, Konawe Selatan (Konsel). (ade/c)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top