Distanak Sultra : Daerah Kita Aman Dari Telur Palsu – Kendari Pos Online
Iklan pajak

Konkep
UHO Cup Iklan Iklan 10 Iklan 23
Metro Kendari

Distanak Sultra : Daerah Kita Aman Dari Telur Palsu

KENDARIPOS.CO.ID — Masyarakat Sultra tak perlu kawatir lagi dengan isu peredaran telur palsu. Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (Distanak) Provinsi Sultra sudah memastikan Sultra aman dari potensi telur palsu. Apalagi sejauh ini belum ada laporan dinas peternakan di daerah-daerah dan aduan masyarakat terkait adanya telur palsu.

Kepala Bidang Keamanan Pangan Distanak Sultra, Rosmini mengatakan hingga kini pihaknya belum menemukan adanya telur palsu yang beredar di Sultra, karena pihaknya belum mendapatkan kasus atau laporan. “Alhamdulillah belum ada hingga saat ini, dan jejaring yang telah bekerjasama dengan kami di seluruh Sultra belum mendapatkan adanya telur palsu,” ujar Rosmini di ruang kerjanya, Senin (4/9).

Rosmini memastikan telur palsu itu hanya sekadar isu yang sudah lama beredar. Sampai saat ini, tak satupun yang bisa membuktikan adanya telur palsu tersebut. “Isunya yang terlalu dibesar-besarkan. Telur palsu, beras, merica sampai garam palsu tidak pernah kami temukan di Sultra,” tuturnya.

Distanak Sultra pun belum mendapat informasi dari Kementerian Pertanian (Kementan) tentang isu tersebut. Sebab, biasanya jika ada isu maka pihak Kementan RI akan melakukan koordinasi ke daerah-daerah untuk menindaklanjuti isu tersebut. “Seperti dulu ada yang keracunan salah satu jenis apel yang diimpor dari luar Negeri, pihak Kementan mengimbau jajarannya untuk menyita apel tersebut dan kami lakukan itu,” tukas Rosmini.

Meski tak ada telur palsu di Sultra, bukan berarti masyarakat abai. Rosmini meminta masyarakat tetap berhati-hati. Bila mendapatkan potensi adanya telur palsu maka segera laporkan. Salah satu pedagang telur di pasar tradisional Mandonga, Abu mengaku sempat khawatir isu telur palsu. Bahkan ada pelanggan yang menanyakan keaslian telur yang dijual Abu. Isu telur palsu itu sempat mempengaruhi penjualan telur. Abu mengaku pendapatannya menurun akibat isu telur palsu. “Sempat kurang juga pembeli gara-gara itu isu, tapi sekarang mulai mi normal,” ujar Abu. (kmr/c)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top