Bongkar Muat Ore Nikel Tanpa Melapor , Dishub Konut Anggap PT RSB Bandel – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Konawe Utara

Bongkar Muat Ore Nikel Tanpa Melapor , Dishub Konut Anggap PT RSB Bandel

HELMIN TOSUKI/KENDARI POS
Aktivitas bongkar muat ore nikel yang dilakukan pihak PT RSB ternyata tanpa sepengetahuan Dishub Konut karena tak pernah melapor sesuai aturan yang ada.

KENDARIPOS.CO.ID — Aktivitas bongkar muat ore nikel yang dilakukan pihak PT Rizqi Sinar Biokas (RSB) dengan menggunakan jembatan titian (Jetti) PT Daka Group di Desa Boedingi, Kecamatan Lasolo Kepulauan (Laskep), ternyata tanpa sepengetahuan Dinas Perhubungan Konawe Utara (Konut). Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Konut, Aris L yang ditemui, Senin (4/9) mengatakan, perusahaan pertambangan semestinya melakukan bongkar muat ore dengan menggunakan pelabuhan sendiri.

Bukannya melakukan peminjaman Jetti milik perusahaan lain. “Kalau bicara aturan itu tidak boleh (pinjam pelabuhan),” tegas mantan Kabid Darat Dishub Konut tersebut, senin(4/9). Jetti yang dipinjamkan PT Daka Group untuk kegiatan bongkar muat ore nikel PT RSB juga ternyata belum dilaporkan ke Dinas Perhubungan Konut.

“Sampai hari ini juga PT Daka belum konfirmasi ke Dishub. Begitupun dengan PT RSB yang melakukan peminjaman Jetti,” kesal Aris L.

Sesuai prosedur, sebelum kegiatan bongkar muat dilakukan, perusahaan pertambangan harus menyampaikan pada Dishub untuk selanjutnya diberi petunjuk teknis kegiatan. Dishub menggandeng beberapa instansi teknis seperti Dinas PU yang berkaitan dengan tata ruang wilayah.
“Yang saya lakukan selama ini memberikan petunjuk teknis dengan melibatkan PU. Jangan sampai dalam area pelabuhan Jetti masuk dalam kawasan hutan mangrove,” ujarnya.

Aris L berjanji akan turun lapangan memantau aktivitas bongkar muat PT RSB di atas jembatan titian milik PT Daka Group guna melakukan penindakan. Sebab menurutnya manajemen PT RSB tak tahu aturan tanpa melaporkan kegiatannya pada Dishub Konut. “Nanti selesai pembahasan anggaran baru kita turun, untuk melihat dokumen perizinan perusahaan,” janjinya.

Di tempat yang sama, Ketua Komisi II DPRD Konut, Makmur mengaku belum mengetahui pasti bila ada aktivitas pertambangan di Boedingi, Kecamatan Laskep yang dilakukan PT RSB. “Nanti kita sama-sama turun dengan Dishub. Kalau ada pelanggarannya, kita hentikan. Kita lihat legalitas dokumennya dulu,” timpal politisi PAN Konut itu. (b/min)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top