Semua Desa di Konawe Harus Bangun PAUD – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Konawe

Semua Desa di Konawe Harus Bangun PAUD

KENDARIPOS.CO.ID — Untuk menciptakan generasi cerdas, pemerintah kabupaten (Pemkab) mulai memperhatikan pentingnya pendidikan sejak masa usia dini. Selain itu, syarat anak untuk melanjutkan ke jenjang Sekolah Dasar (SD) wajib mempunyai rapor atau bukti pernah mengikuti Pendidikan Usia Dini (PAUD) atau Taman Kanak-kanak.

Makanya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Konawe menilai, perlu sarana belajar PAUD di semua desa. Apalagi, tidak sulit untuk membangunnya sebab bisa dianggarkan melalui dana desa (DD). Kepala PAUD-NI Dikbud Konawe, Suryadi mengungkapkan, pemerintah pusat sudah menginstruksikan supaya setiap desa wajib mendirikan PAUD, dan sudah ditindaklanjuti melalui peraturan bupati (Perbup). Sehingga tahun 2015 lalu ada program Bunda PAUD di setiap daerah. Namun hingga kini, program tersebut belum sepenuhnya terwujud, karena masalah klasik terkait anggaran.

“Nah, DD bisa menjadi solusi supaya desa yang belum memiliki PAUD bisa mendirikannya. Selain itu, DD juga bisa digunakan untuk membayar honor guru. Jadi bukan hanya bangunan fisiknya saja, tapi bisa juga untuk membayar honor guru kalau memang yang bersangkutan belum mendapat insentif dari pemerintah,” ungkap Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia Wilayah Konawe itu, akhir pekan lalu.

Menurut Suryadi, jumlah PAUD hingga kini sebanyak 232 unit. Terdiri dari 228 milik yayasan dan empat berstatus negeri. Sedangkan jumlah penerima DD ada 294 desa. Maka angka itu belum memenuhi target satu desa satu PAUD. “Seharusnya sudah tidak ada alasan lagi untuk tak bisa membangun PAUD, sebab desa bisa memanfaatkan DD dan tenaga pendidik menjadi tanggungjawab Dikbud,” tegasnya.

Usulan honor pengajar juga bisa dianggarkan melalui bantuan pperasional pendidikan (BOP). “Hanya saja, tantangan kita saat ini memang terkait tenaga pendidik. Soalnya, pengajar PAUD berbeda dengan guru umumnya. Dia mesti memiliki keterampilan khusus, karena yang ia hadapi adalah anak usia dini,” bebernya.

Suryadi menambahkan, sebaiknya masyarakat segera memusyawarahkan pembangunan sarana PAUD, sebab itu penting sebelum anak masuk sekolah dasar. “Sudah ada aturannya, harus tujuh tahun baru bisa masuk SD. Sebelum itu anak-anak mesti di didik di PAUD dulu,” tandasnya. (c/hel)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top