Pemulangan Jamaah Haji Mulai 6 September – Kendari Pos Online
Iklan pajak

Konkep
UHO Cup Iklan Iklan 10 Iklan 23
Nasional

Pemulangan Jamaah Haji Mulai 6 September

KENDARIPOS.CO.ID — Petugas Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Mina fokus pada penyelematan jemaah setelah melakukan ibadah melempar jamarat aqob. Suhu ruangan yang mencapai 40 derajat membuat jemaah rawan mengalami kelelahan dan dehidrasi. ”Pos KKHI yang berada di bibir terowongan Maosim sebagai pintu keluar masuk jemaah menuju Jamarat, jadi tidak hanya melayani jamaah haji Indonesia saja,” kata Ketua KKHI Mina, dr. Ika Nurfarida Sholeh.

Jamaah harus menempuh perjalanan sepanjang tujuh kilometer dengan berjalan kaki. Menurut Ika tim kesehatan selalu menyisir dan berputar setiap 30 menit sekali. ”Tim ini mengamankan jemaah yang kelelahan dan berjatuhan karena terkena sengatan panas dalam perjalanan pulang atau pergi melempar jamarat,” katanya. Tim yang terdiri dari dokter, perawat, dan tenaga pendukung kesehatan tersebut dilengkapi alat kesehatan seperti tensi meter, obat- obatan emergency dan perlengkapan penyelamatan heat stroke.

Sedangkan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengimbau jemaah haji Indonesia, khususnya yang lanjut usia (lansia) dan memiliki risiko tinggi (risti) untuk tidak memaksakan diri melakukan lontar jumrah. Menag meminta para petugas kloter serta ketua rombongan dan ketua regu untuk memberikan pemahaman kepada mereka. ”Jadi, demi keselamatan jiwa, sebaiknya lontar jumrah diwakilkan kepada jemaah lain. Karena menurut ketentuan syari itu juga dimungkinkan, mengingat kondisi jamarat yang luar biasa padatnya,” katanya.

Lukman Hakim mengaku sudah memberikan instruksi kepada Kasatop Armina agar mensosilisasikan hal tersebut. Di samping itu, Menag juga minta tim konsultan bimbingan ibadah untuk ikut menyampaikan. Sebagian jemaah ada yang merasa kalau tidak melontar jumrah secara langsung maka gugur hajinya.

Sementara pelaksanaan lempar jumrah bakal berlangsung sampai besok (4/9). Setelah itu masuk fase pemulangan jamaah haji dari Jeddah ke tanah air pada 6 September. Diantara rombongan jamaah yang pemulangan tahap awal adalah dari debarkasi Bekasi. Kepulangan pertama jamaah dari debarkasi Bekasi berasal dari Kab. Cianjur sebanyak 404 orang. Jamaah dari Kab. Cianjur ini menempati pemondokan di kawasan Syisyah, Makkah.

Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Kemenag Sri Ilham Lubis mengatakan, petugas haji di bandara Jeddah sudah bersiap menyambut prosesi kepulangan itu. Dia berharap jamaah memenuhi ketentuan barang bawaan. ’’Sehingga tidak sampai ada koper yang dibongkar. Karena memakan waktu,’’ tuturnya.

Diantara kasus yang kerap terjadi adalah barang bawaan jamaah over capacity. Ketentuannya adalah beban maksimal kopor jamaah adalah 32 kg. Kemudian jamaah juga diperbolehkan membawa air zam zam maksimal lima liter. Lalu tas tentang yang boleh dibawa masuk kabin serta tas dada berisi paspor. (wan)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top