Lempeta Konut Sorot Aktivitas Jetti PT RSB – Kendari Pos Online
Iklan pajak

Konkep
Zetizen Iklan Iklan 10 Iklan 23
Konawe Utara

Lempeta Konut Sorot Aktivitas Jetti PT RSB

HELMIN TOSUKI/KENDARI POS
Jetti milik PT Daka Group yang dipinjamkan pada PT RSB dan kini menjadi sorotan. Selain itu aktivitas penambangan juga dilakukan tak jauh dari pemukiman warga dan saran pendidikan.

KENDARIPOS.CO.ID — Keberadaan jembatan titian (jetti) milik PT Daka Group yang dipinjamkan pada perusahaan berbendera PT Rizqi Sinar Biokas (RSB) di Desa Boedingi, Kecamatan Lasolo Kepulauan (Laskep) mendapat sorotan. Legalitas dokumen usaha pertambangan PT RSB di bawah naungan PT Rezki Cahaya Makmur (RCM) pada blok Boenaga Kecamatan Laskep tersebut dipertanyakan. Lembaga Pemerhati Tambang (Lempeta) Konawe Utara (Konut), Ashari menuding pelaku usaha pertambangan semestinya memiliki pelabuhan khusus (jetti) untuk kegiatan bongkar muat ore nikel. Bukan sebaliknya meminjam pelabuhan perusahaan lain.

“PT RSB yang berada dalam naungan PT RCM melakukan peminjaman pelabuhan jetti milik PT Daka Group untuk kegiatan bongkar muat ore nikel. Sementara rekomendasi ESDM Provinsi Sultra yang dikeluarkan, syarat perusahaan untuk kegiatan bongkar muat harus menggunakan pelabuhan sendiri,” versi Ashari, Ketua Lempeta, minggu(03/9). Tak hanya itu, sesuai peraturan daerah (Perda) nomor 20 tahun 2012 tentang tata ruang wilayah Kabupaten Konut untuk wilayah pesisir pantai Boenaga dan Boedingi masuk sebagai kawasan konservasi dalam taman wisata alam laut (TWAL) Teluk Lasolo.

“Makanya kami menduga kuat bahwa jetti milik PT Daka Group yang dipinjamkan pada PT RSB tidak terakomodir dalam Perda. Jika ada, pasti ada legalitas dokumen perizinannya yang dikeluarkan dalam bentuk rekomendasi oleh instansi terkait di kabupaten,” ujar Ashari. Parahnya, kegiatan bongkar muat ore nikel di pelabuhan (jetti) PT Daka Group yang dilakukan pihak PT RSB berdampingan langsung dengan pemukiman padat penduduk. Termasuk kegiatan proses belajar mengajar murid SDN Boedingi yang berhadapan langsung dengan aktivitas bongkar muat ore nikel.

“Kegiatan itu pasti menganggu kegiatan proses belajar mengajar peserta didik. Suara bising hilir mudik kendaraan yang memuat ore menuju jetti pasti mempengaruhi. Begitupun dengan dampak debu yang dihasilkan dari kegiatan penambangan yang hanya berjarak satu meter dari sekolah dan pemukiman,” sorot Ashari.

Sayangnya, kritikan Lempeta Konut hanya mendapat tanggapan datar dari pihak PT RSB. Kepala Teknik Tambang (KTT) PT RSB, Roman, mengaku, persoalan peminjaman jetti milik PT Daka Group bukan menjadi kewenangannya. “Saya tidak bisa menjawabnya. Itu yang urusan manajemen. Yang saya tahu jetti PT Daka itu tidak bermasalah. Karena Daka sempat pakai pada pengapalan lalu,” argumen Roman dengan santainya.

Terkait jetti perusahan boleh dipinjamkan pada perusahaan lain, Roman enggan memastikan itu. Namun ia beralibi, beberapa perusahaan tambang yang ada di Sultra juga melakukan pinjam meminjam jembatan titian. “Saya tidak tau jelas seperti apa aturannya bagaimana. Yang jelas ada beberapa perusahaan di Sultra yang melakukan seperti itu,” sinisnya. Roman juga membantah jika ada persoalan kebisingan akibat aktivitas perusahaannya di pemukiman warga serta mengganggu kegiatan belajar-mengajar. Alasannya, belum satupun warga maupun guru yang komplain. (b/min)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top