Kery Ingin Konawe jadi Sentra Bibit Sapi – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Konawe

Kery Ingin Konawe jadi Sentra Bibit Sapi

Kery Konggoasa

KENDARIPOS.CO.ID — Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa punya komitmen kuat meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Makanya, berbagai program unggulan dimaksimalkan. Setelah sukses mempertahankan status, daerah lumbung beras, kini dia ingin menjadokan otoritanya sebagai sentra bibit sapi. Targetnya, tak hanya swasembada daging tapi juga menjadi rujukan, minimal di Sultra.

Jalan untuk menjadi sentra bibit sapi mulai terbuka. Tahun depan, ditargetkan ada sekira 10 ribu anakan sapi yang lahir di Konawe. Kalau rencana ini berhasil, maka Konawe akan menjadi daerah penyumbang bibit sapi di Sultra, dan Indonesia secara umum. “Pengawasan kita langsung ke kelompok masyarakat. Selain itu penyuntikan dibuat sistem klaster, sehingga masyarakat hanya membawa ke pos sesuai klaster untuk disuntik, lalu dibawa pulang kembali,” ungkap Kery Saiful Konggoasa, kepada Kendari Pos.

Bahkan kata dia, pada beberapa desa, setiap rumah sudah punya sedikitnya seekor sapi. Kemudian di daerah sendang mulia semua limbah padi sudah tidak ada karena masyarakat bisa mengolahnya menjadi pakan sapi. “Sebenarnya, sekarang kita sudah menjadi lumbung bibit sapi. Hanya saja karena harus ikuti regulasi, dan semua sapi tersebar di masyarakat, sehingga belum bisa dihitung jumlah pastinya. Karena banyak yang masuk dan keluar daerah,” jelasnya.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Konawe, Jumrin menambahkan, untuk menunjang misi pemerintah itu pihaknya bakal membangun satu kawasan untuk menjadi penangkar bibit sapi potong. “Tahun lalu kita sudah coba. Ada lahan di Unggulino sekira 10 ribu Ha, hanya masuk dalam lahan hutan produktif. Kita bisa minta izin, tapi ada kekhawatiran kalau sudah minta izin buat program pengembangan ternak di sana, ada warga yang mengaku dan menyerobot lahan, sehingga tidak jadi dilaksanakan,” terangnya.

Namun, tahun ini tetap direncanakan, dan sudah ada lahan masyarakat sekira 400 Ha di Puriala itu yang akan dikerjakan. Nantinya akan menjadi ikon sekaligus pilot project pengembangan ternak di Konawe. “Apalagi animo masyarakat untuk beternak masih tinggi. Sebelumnya, banyak kekhawatiran masyarakat karena meluasnya wilayah pertanian, maka para peternak akan tersisih. Tapi sekarang tidak begitu, karena petani ternak bisa menyiapkan pakan dari limbah pertanian. Ke depan kita upayakan masyarakat bisa beternak, dan pastinya tidak akan rugi, kecuali mereka tidak mau bekerja,” katanya.

Lanjut Jumrin, pihaknya akan mencoba kerjasama dengan pemerintah provinsi, supaya bisa turun memantau dan melihat apa yang bisa dibantu untuk warga. “Sekarang ada 300 bibit sapi milik warga di sana. Ada juga program Siwab, kita target berdasarkan populasi sekiranya 47 ribu Siwab. Harus ada bunting sekiranya 12 ribu sapi, tahun 2018 mendatang. Apalagi sudah banyak peternak yang sukses inseminasi buatan dan sebagian kawin alam, maka target ini sangat rasional,” imbuhnya. (b/hel)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top