Dua Jamaah Kendari Pingsan Usai Lontar Jamrah, Ada yang Mengigau Seperti Orang Kesurupan – Kendari Pos Online
Iklan pajak

Konkep
UHO Cup Iklan Iklan 10 Iklan 23
HEADLINE NEWS

Dua Jamaah Kendari Pingsan Usai Lontar Jamrah, Ada yang Mengigau Seperti Orang Kesurupan


Salah satu JCH dari kloter 19 asal Kota Kendari harus dievakuasi karena pingsan usai melempar jamrah aqabah, Jumat (1/9) lalu. Foto : Sawaludin Lakawa/Kendari Pos

KENDARIPOS.CO.ID — Pelontaran jamarat di Mina memang terbilang berat dalam pelaksanaan ibadah haji. Dua orang jamaah haji kloter 19 tergeletak tak sadarkan diri seusai melontar jamrah Agabah pada hari pertama, Jumat (1/9). Hj Mutira adalah salah satu jamaah yang tak sadarkan diri. Danrem 143 Haluoleo, Kol. Inf. Andu Perdana memperlihatkan kepeduliannya. Bersama anggota DPRD Kota Kendari, Subhan ST, dr Amry, dan Ketua Rombongan 3 Syahrir S.Ag ( mantan Ketua BLUD Kota Kendari) dan beberapa jamaah berusaha memberikan bantuan darurat.

Ny Mutira yang tak sadarkan diri lebih dari sejam mengigau seperti kerasukan. Ia tak mengenal orang sekitar, bahkan tampak ketakutan, seperti orang kesurupan. Danrem cs pun terpaksa menggotong bersama. Untunglah di tengah kelelahan menggotong Ny Mutira melintas seorang pemuda Turky yang tengah membawa kursi roda. Ny Mutira pun dievakuasi melintasi terowongan Mina sepanjang 2 km dan menuju pos kesehatan. Setelah dirawat sehari di RS Makkah, Ny Mutira akhirnya sehat kembali dan telah berada di tenda Maktaf 55 Mina.

Selain Ny Mutira, jamaah lainnya Juhuriah Bece Daeng Parukka juga tergeletak pingsan. Untunglah masih ada Bahar bersama istri, pemilik toko 45 di bilangan Mandonga yang berusaha menyadarkan dan menggotongnya untuk di bawa ke pos kesehatan yang terletak sekira 1 kilometer di bibir terowongan balik 1. Ny Juhariah juga telah sadarkan diri dan telah bergabung bersama rombongan lainnya.

Yang menarik, saat berusaha menolong dua korban tak sadarkan diri, itu tiba-tiba muncul sejumlah jamaah asal Wakatobi, yang mengantar Ny Nurmin Badaru. Nenek yang telah berusia lanjut itu rupanya ditemukan sendiri di sekitar jumrah aqabah, sementara seluruh jamaah haji kloter 19 telah bertolak kembali usai melontar dan tahalul. Tertinggalnya nenek Nurmin Badaru tentu mengejutkan dan mengharukan, tapi juga mengembirakan. Nenek Nurmin masih terlihat segar, sehat dan kuat untuk jalan pulang.

Setelah kejadian itu, ketua Kloter 19, Samsuri, menegaskan agar jamaah yang kurang sehat dan berusia lanjut untuk diwakilkan saja pelontaran jamrah untuk hari selanjutnya. Semua jamaah yang sakit kini telah sehat, bahkan setelah dirawat wajahnya tampak segar. Saat ini, jamah telah melontar tiga kali jamrah. Rencananya, jamaah akan meninggalkan Mina usai melontar jamarat kali ke-4. Jamarat untuk sebutan ketiga yang dilontar, kalau tunggal disebut jamrah. (wal)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top