Polda Sultra Usut Amdal Tambang Nikel Bermasalah, BLH Perintahkan Hentikan Aktivitas – Kendari Pos Online
Iklan pajak

Konkep
Zetizen Iklan Iklan 10 Iklan 23
Hukum & Kriminal

Polda Sultra Usut Amdal Tambang Nikel Bermasalah, BLH Perintahkan Hentikan Aktivitas

Ilustrasi

KENDARIPOS.CO.ID — Aduan masyarakat terkait dugaan belum adanya izin analisis dampak lingkungan (Amdal) PT Sungai Raya Nikel Aloi Indonesia (SRNAI) di Moramo, Konsel masih diselidiki Subdit IV Tipiter Ditreskrimsus Polda Sultra. Kasubbid PID Humas Polda Sultra, Kompol Dolfi Kumaseh mengatakan aduan itu masih dilakukan penyelidikan. Hingga saat ini tim penyidik masih bekerja. “Masih lidik. Masih akan dilakukan pengumpulan data di lapangan,” ujar Kompol Dolfi Kumaseh, kepada Kendari Pos.

Sementara itu, Pemprov Sultra memandang perusahaan tersebut tak memiliki legalitas beraktivitas, sebab Amdalnya belum keluar. Kepala Bidang Amdal Badan Lingkungan Hidup Sultra, Aminoto Kamaludin mengatakan PT SRNAI sebelumnya pernah mengajukan permohonan mengurus dokumen Amdal. Namun belum direspons sebab kondisi tata ruang dengan izin pengolahan diberikan kepada Bupati Konsel berbeda.

Menurut Aminoto, perbedaan itu sangat jelas melanggar aturan. Makanya, permohonan Amdal yang diajukan tidak diterima. “Karena, tata ruang dengan izin pengelolaan itu tidak tepat. Jadi kami tidak berikan izin,” ujar Aminoto di ruang kerjanya.

Aminoto menegaskan PT SRNAI tidak boleh beraktivitas karena belum punya izin Amdal. BLH Sultra menurut Aminoto sudah bersurat ke PT SRNAI agar menghentikan aktivitasnya. Satu solusi yang diberikan Aminoto, yakni perusahaan itu harus harus pindah tempat karena Moramo merupakan kawasan perkebunan. Secara tata ruang itu sudah jelas. “Masukan dari kami, yah harus pindah. Surat kami juga sudah sampai PT SRNAI. Kalau masih melakukan aktivitas berarti melanggar dong,” ungkap Aminoto.

Sebelumnya, Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sultra mengecam perusahaan tersebut yang tak memiliki Amdal. Direktur Eksekutif Walhi Sultra, Kisran Makati meminta agar Polda Sultra segera mengusut dugaan tindakan melawan hukum yang dilakukan PT. SRNAI. Menurutnya, apa yang dilakukan perusahaan tersebut tidak dibenarkan secara hukum. Apalagi telah membangun smelter tanpa mengantongi izin lingkungan dan Amdal. “Harus dihentikan. Polda Sultra segera melakukan penyelidikan masalah ini. Sebelum kian panjang persoalannya dan merugikan banyak orang,” ujar Kisran Makati. (ade/c)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top