IUP Tak Sesuai Area Pertambangan, Polda Sultra Garap Perusahaan Ini – Kendari Pos Online
Iklan pajak

Konkep
UHO Cup Iklan Iklan 10 Iklan 23
Hukum & Kriminal

IUP Tak Sesuai Area Pertambangan, Polda Sultra Garap Perusahaan Ini

Alat berat salah satu perusahaan tambang di Sulawesi Tenggara. Foto : Helmin/Kendari Pos.

KENDARIPOS.CO.ID — Belum tuntas mengusut kasus dugaan pertambangan di luar Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Jaya Raya Tama di Kecamatan Palangga, Konsel, penyidik Subdit IV Tipiter Ditreskrimsus Polda Sultra membidik perusahaan lain. Terbaru, perusahaan tambang berbendera PT Hoffmen Energi Perkasa (HEP) yang beroperasi di Kecamatan Moramo, Konsel diduga beraktivitas di luar IUP dan itu dianggap melanggar hukum.

Penyidik telah menaikkan status kasus tersebut dari penyelidikan ke tingkat penyidikan. Sebab, penyidik telah menemukan sejumlah indikasi awal adanya pelanggaran. Diantaranya, IUP yaang dimiliki oleh perusahaan ini tidak sesuai. Kasubdit IV Tipiter Ditreskrimsus Polda Sultra, AKBP Didik Erfianto membenarkan informasi tersebut. Menurutnya, ada dugaan perusaahaan tersebut menambang di luar IUP. Penyidik telah melakukan cek lokasi pada awal Agustus ini.

AKBP Didik Erfianto menjelaskan penyidik menemukan sekira empat hektare yang tidak berada dalam konsesi PT Hoffmen. Dari beberapa pemeriksaan saksi, kata dia, dugaan awal itu memenuhi syarat sebuah tindak pidana. “Tapi masih akan kembali memeriksa saksi-saksi lagi. Makanya kita tingkatkan ke tahap penyidikan,” ungkap AKBP Didik Erfianto, kepada Kendari Pos.

AKBP Didik menyebutkan saksi yang telah diperiksa yakni direktur PT Hoffmen Energi Perkasa. Soal kapan penetapan tersangka, AKBP Didik belum mau memastikan. Sebab, masih akan dilakukan pemeriksaan saksi lagi. Penyidik telah menemukan dua alat bukti kuat bahwa aktivitas PT HEP melanggar hukum. Peningkatan penyidikan kasus ini dilakukan berdasarkan gelar perkara. “Surat perintah dimulainya penyidikan (SPDP) sudah kami serahkan ke jaksa. Sebagai tanda kasus ini sudah menemukan dua alat bukti. Soal bukti, itu nanti saja karena itu berkaitan dengan materi penyidikan,” tukasnya.

Sementara itu, dalam kasus ini polisi menerapkan pasal 158 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batubara. Ancaman pidana 10 tahun penjara dan denda Rp 10 miliar. PT Hoffmen Energi Perkasa merupakan perusahaan tambang batu yang beroperasi di Desa Wawatu, Kecamatan Moramo, Konsel. (ade/c)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top