Satgas Konawe Awasi Mafia Pangan – Kendari Pos Online
Iklan pajak

Konkep
UHO Cup Iklan Iklan 10 Iklan 23
Konawe

Satgas Konawe Awasi Mafia Pangan

HELSON MANDALA PUTRA/KENDARI POS
Suasana sidang dewan ketahanan pangan yang dipimpin Sekab Konawe, H. Ridwan Lamaroa (ketiga dari kanan), rabu(30/8)

KENDARIPOS.CO.ID — Surat keputusan (SK) pembentukan satuan tugas (Satgas) pangan, untuk mengawasi dan menindak spekulan di Konawe segera dibentuk. Langkah tersebut dilakukan dalam upaya menjaga kestabilan dan mempertahankan status swasembada pangan di Konawe. Rabu (30/8) digelar sidang dewan ketahanan pangan dan dibuka langsung Sekretaris Kabupaten (Sekab) Konawe, H. Ridwan Lamaroa.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, M. Akbar yang hadir dalam kegiatan tersebut menjelaskan, pemerintah kabupaten (Pemkab) menggandeng seluruh instansi terkait dalam membentuk dewan ketahanan pangan sekaligus sebagai perumus strategi mengantisipasi berbagai gejolak harga di pasaran. Termasuk selalu mendukung ketersediaan pangan jelang hari besar keagamaan, hingga satu periode ke depan. “Stok pangan dan bahan pokok di Konawe pada umumnya masih bisa memenuhi kebutuhan jelang hari raya,” ungkapnya.

Menurut Akbar, Dewan Ketahanan Pangan berbeda dengan Satgas Pangan. Mereka bertugas mengamankan dan merencanakan kebutuhan pangan, sedangkan Satgas merupakan eksekutor kebijakan pertanian di Konawe. Secara hukum akan mengawal, mengawasi dan menindak pelanggaran pangan, pertanian dan perdagangan. “Jadi Dewan Pangan sebagai perumus kebijakan, sedangkan Satgas itu eksekutor,” jelasnya.

Dalam pertemuan tersebut juga terungkap, harga bahan pokok masih relatif stabil, meski sempat ada peningkatan pada beberapa wilayah seperti cabai rawit, bawang putih dan ikan segar. Namun semua dapat segera distabilkan sehingga kenaikan harganya tak terlalu signifikan.

Sementara itu Kepala Perum Bulog Sub Divre Unaaha, A. Nurhayati juga mengatakan, pihaknya selalu memonitor kesediaan yang ada di Satgas dan rekanan, agar tidak disalahgunakan oleh oknum atau mafia dengan menahan stok serta membawa keluar wilayah Sultra. Termasuk mengantisipasi pola kejahatan lain yang dapat mengganggu kestabilan jalur distribusi dan harga beras. “Kita pantau terus kestabilan harganya,” ujar Nurhayati.

Di tempat yang sama, Kasatreskrim Polres Konawe, Iptu Ismail Pali sebagai anggota Satgas Pangan mengungkapkan, kerjasama itu melibatkan personel kepolisian dan instansi terkait dalam melakukan sosialisasi, monitoring ketersediaan dan harga bahan pokok, bertindak melakukan inspeksi mendadak dan intervensi harga agar selalu stabil sesuai harga acuan. “Juga melakukan penegakan hukum bagi pelaku tindak pidana pangan, perdagangan dan perlindungan konsumen. Undang-undang nomor 18 tahun 2012 tentang pangan menyebutkan, pelaku usaha yang sengaja menimbun atau menyimpan melebihi jumlah maksimal untuk memperoleh keuntungan yang mengakibatkan harga pangan pokok menjadi mahal, dipidana penjara paling lama tujuh tahun atau denda Rp 100 miliar,” katanya mengingatkan. (b/hel)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top