ATM BCA dan Mandiri Bermasalah, BI Sultra : Sekarang Sudah Pulih Kembali – Kendari Pos Online
Iklan pajak

Konkep
UHO Cup Iklan Iklan 10 Iklan 23
Ekonomi & Bisnis

ATM BCA dan Mandiri Bermasalah, BI Sultra : Sekarang Sudah Pulih Kembali

Seorang nasabah membaca pengumuman gangguan, di gerai ATM BCA di areal Plaza Qubra, Kendari. Foto : Angga/Kendari Pos.

KENDARIPOS.CO.ID — Begitu keluar dari gerai anjungan tunai mandiri (ATM) Bank Central Asia (BCA) Kendari, Emma langsung memasukan beberapa lembar uang pecahan Rp 100 ribu ke dompetnya. Duit itu baru bisa ia tarik dari mesin penyedia uang tunai itu, setelah sempat tiga kali bolak-balik, sejak Minggu (27/8) sore lalu. Padahal, mahasiswa tingkat akhir perguruan tinggi swasta tersebut sedang sangat butuh uang tunai untuk keperluan kuliah.

Emma baru tahu, kala membuka time line di media sosialnya, Senin (28/8) lalu jika ribuan ATM di Indonesia terganggu akibat masalah satelit. Gadis berusia 23 tahun itu sempat tak risau dengan alasan Kendari mungkin tak terdampak. “Tapi waktu saya mau ambil uang Senin malam, masih terganggu. Untung hari ini sudah bisa,” katanya ketika ditemui usai keluar dari ATM BCA yang ada sebuah pusat perbelanjaan di daerah Anduonohu, kemarin.

Dari laporan yang diterima Bank Indonesia perwakilan Sultra, BCA menjadi salah satu bank dengan 11 ATM bermasalah. Selain itu, kerusakan satelit Telkom-1 juga menimbulkan masalah terhadap ATM Bank Mandiri. “Tapi sekarang semua sudah pulih kembali,” sebut Harisuddin, Kepala Tim Advisori Pengembangan Ekonomi BI perwakilan Sultra.

Secara nasional, saat ini proses pemulihan (recovery) pada kerusakan layanan anjungan tunai mandiri (ATM) di seluruh Indonesia sudah hampir selesai. ATM yang offline gara-gara gangguan satelit memilih pindah jaringan ke satelit lain. BCA Kendari misalnya, dari 11 ATM-nya yang bermasalah, kini dilaporkan sudah pulih. “laporan adanya gangguan layanan ATM ini kami terima sejak Sabtu (26/8) lalu,” tambah Harisuddin.

Sejauh ini, katanya, pihak BI yang bekerja sama dengan pihak Telkom, telah melakukan langkah antisipatif agar problem yang dapat mengganggu pelayanan perbankkan kepada masyarakat. Hasilnya menurut BI gangguan tersebut kini telah teratasi dan ATM yang sebelumnya tidak bisa digunakan kini telah berfungsi dengan baik. Sayangnya BI tidak bisa memastikan apakah seluruh ATM dapat digunakan dengan baik atau tidak.

“Saya belum bisa pastikan sudah bagus semua atau tidak, karena laporan untuk hari ini (kemarin red) saya belum lihat,” ujarnya. Harisuddin juga menjelaskan, bahwa 11 ATM yang mengalami trouble tersebut rata-rata ATM yang berdiri sendiri atau tunggal. Seperti ATM berada di Pusat perbelanjaan atau hotel, yang tidak bersatu dengan kantor utama bank.

“Tidak semua memang ATM bermasalah, karena untuk Sultra tidak terlalu berimbas kerusakan satelit itu. Kecuali di daerah Jawa sana itu sangat banyak yang bermasalah karena mungkin daerah luar jawa seperti Sultra masih mempunyai back up sistem,” tuturnya. Pihak BI Perwakilan Sultra, selanjutnya mengimbau kepada seluruh masyarakat Sultra, agar tidak kawatir dengan kerusakan satelit Telkom-1 karena BI selalu melakukan langkah-langkah untuk mengantisipasi bila terjadi hal tersebut.

BI juga mengimbau kepada seluruh perbankan yang masih ada masalah dengan ATM-nya agar terbuka dengan masyarakat, dengan memberitahukan titik-titik ATM yang masih bermasalah. “Tentunya dengan masalah ini masyarakat sangat takut terjadi antrian panjang bila akan melakukan transaksi. Namun tidak perlu dikhawatirkan karena sudah mulai normal,dan saya sudah tes disalah satu titik yang sebelumnya bermasalah sudah kembali normal,” tuturnya.

Namun sayangnya pihak BCA dan Bank Mandiri yang disebut BI punya masalah, tak bisa dikonfirmasi. Petugas keamanan di dua bank itu, ketika Kendari Pos bermaksud meminta informasi soal ini, mengaku bahwa pimpinannya tak berada di tempat. “Tidak ada orang pak mereka sedang keluar ada kegiatan Bansos,” tutur seorang satpam Bank Mandiri kepada Kendari Pos, siang kemarin.

Dari Jakarta dilaporkan, bahwa PT BRI Tbk juga ternyata terdampak. Dari 321 unit ATM yang terganggu, kini sudah dipulihkan 210 ATM. Dengan begitu, ATM yang bermasalah tinggal 111. Unit kerja BRI yang terdampak juga berkurang. Dari semula 124 menjadi 10 unit. “Proses recovery saat ini mencapai 91,2 persen,” kata Corporate Secretary BRI Hari Siaga, kemarin.

Jumlah ATM BRI yang terdampak relatif kecil jika dibanding dengan total ATM yang mencapai 24.802. Unit kerja yang terdampak juga sedikit karena dari 10.656 yang terdampak sekarang tinggal 10 unit saja. Menurut Hari, masalah yang dirasakan BRI tidak banyak karena BRI punya satelit sendiri yakni BRIsat. BRI saat ini memang satu-satunya bank di dunia yang mempunyai satelit sendiri.

1 of 2

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top