Mendikbud: Guru Sejarah Terlalu Banyak Ceramah – Kendari Pos Online
Iklan pajak

Konkep
UHO Cup Iklan Iklan 10 Iklan 23
Edukasi

Mendikbud: Guru Sejarah Terlalu Banyak Ceramah

KENDARIPOS.CO.ID — Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengkritisi cara guru sejarah mengajar. Menurut dia, guru sejarah terlalu banyak berceramah dan bertutur. Padahal fungsi utamanya memberikan pendidikan sejarah perjuangan bangsa. “Kelemahan guru sejarah itu ada di cara mengajar, terlalu banyak ceramahnya. Sebenarnya kemampuan guru sejarah di Tanah Air sudah mumpuni. Namun, terlalu monoton sehingga membuat siswa bosan,” kata Muhadjir, Selasa (29/8).

Guru sejarah, lanjutnya, bukan pendongeng, bertutur. Yang penting update lagi kemampuan metodologinya, jangan monoton dengan satu jalur berkisah. Muhadjir meminta guru-guru menyadari posisinya sebagai seorang guru sejarah. Dia juga mengusulkan kisah-kisah sejarah supaya dipanggungkan.

Guru harus menciptakan suasana bagaimana anak-anak menghayati masa lampau dengan membuat panggung sejarah pada masa kini. Peserta didik diberikan peran sesuai episode sejarah perjuangan bangsa yang diajarkan. “Bayangan saya sejarah bisa dipenggal beberapa episode, siswa main peran, dan skenario atas nama guru. Ini akan mudah dipahami siswa dibanding harus mendengarkan ceramah guru,” ujarnya.

Metode sejarah dipanggungkan menurut Muhadjir sebenarnya sudah dilakukan. Namun, metode ini akan diintensifkan. Akan ada tim penyusunan naskah drama sejarah untuk dimainkan peserta didik. “Dengan program ini diharapkan akan membuat penghayatan sejarah bisa lebih dalam. Selain itu menjadikan sejarah bisa menggembirakan, menginspirasi, membangkitkan semangat perjuangan nasionalisme dan kecintaan Tanah Air dalam diri anak-anak,” pungkasnya. (jpnn)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top