Dinkes Kota Kendari Jamin Vaksin Campak Halal – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Metro Kendari

Dinkes Kota Kendari Jamin Vaksin Campak Halal

Sekretaris Kota Kendari, Alamsyah Lotunani, membuka sosialisasi kehalalan vaksin di aula pola, Kantor Wali Kota Kendari.

KENDARIPOS.CO.ID — Rencana Kementerian Kesehatan RI untuk melakukan vaksinasi campak bagi seluruh anak terganjal sertifikasi halal. Hingga saat ini sertifikat halal belum keluar dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Sejumlah masyarakat masih menolak rencana tersebut karena ditengarai vaksin yang akan digunakan mengandung bahan haram.

Kendati begitu, Dinas Kesehatan Kota Kendari menegaskan jika program vaksinasi campak sudah melalui kajian mendalam dari pemerintah pusat. Untuk itu, masyarakat diminta untuk tidak terlampau khawatir perkara halal ataupun haramnya vaksin tersebut. Pasalnya, saat ini pemerintah pusat masih melakukan pengurusan cap halal dari MUI. “Saya yakin, pemerintah sudah mengkaji dari segala aspek, baik itu sisi agama maupun kesehatan. Masyarakat tidak usah risau,” ujar drg. Rahminingrum, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari usai menggelar sosialisasi kehalalan vaksinasi campak di aula Pola Kantor Wali Kota Kendari, Selasa (29/8).

Lagi pula, program vaksinasi yang akan dilakukan pada anak usia sembilan bulan sampai 15 tahun bertujuan untuk memproteksi anak dari bahaya campak, yang termasuk penyakit mematikan. Sehingga, upaya vaksinasi harus ditanggapi positif masyarakat. “Menurut saya, asas manfaatnya lebih besar dari kemudaratannya,” paparnya.

Sementara Sekretaris Kota (Sekot) Kendari, Alamsyah Lotunani menyampaikan dukungannya terhadap rencana vaksinasi tersebut. Menurutnya, sudah terlalu banyak anak yang menderita campak, sehingga pemerintah berkewajiban untuk mengambil langkah penanganan. “Vaksinasi itu kan untuk melindungi anak-anak kita dari campak. Saya rasa itu bagus, paling tidak mengurangi resiko penyebaran penyakit,” ujarnya di hadapan masyarakat, pegiat kesehatan dan tokoh agama yang hadir.

Menyangkut belum adanya sertifikat halal dari MUI diakui oleh Biofarma, BUMN yang berwenang melakukan impor vaksin campak. “Memang belum ada sertifikat halalnya. Kita baru mau urus. Kapan jadinya kami pun belum bisa memastikan, soalnya sekarang kami sedang meminta daftar kandungan vaksin dari perusahaan yang memproduksi vaksin itu. Hanya saja, kami tekankan, belum bersertifikat halal itu belum tentu haram,” ujar dr. Erwin, Biomedical, Matrical dan Marketing (BMM) dari Biofarma. Dia melanjutkan, Indonesia membutuhkan lima juta dosis vaksin untuk mencukupi kebutuhan vaksin campak. Vaksinasi campak akan dilakukan bertahap di seluruh Indonesia dan dimulai tahun ini. “Untuk Kendari dan Sulawesi umumnya akan dimulai tahun depan,” imbuhnya. (m1/c)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top