Tim Gabungan Operasi Pasar Muna Temukan Produk Tak Layak Distribusi – Kendari Pos Online
Iklan pajak

Konkep
UHO Cup Iklan Iklan 10 Iklan 23
Muna

Tim Gabungan Operasi Pasar Muna Temukan Produk Tak Layak Distribusi

MUHAMMAD ERY/KENDARI POS
Dalam operasi pasar yang digelar, Disperindag Muna bersama tim terpadu menemukan adanya beras yang tak sesuai merek dan jenis dalam kemasannya.

KENDARIPOS.CO.ID — Jelang Idul Adha 1438 H, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Muna melakukan operasi pasar. Dalam kegiatan tersebut, instansi ini menyasar sejumlah distributor bahan makanan, usaha dagang (UD) hingga ke Pasar Laino. Tim terpadu bersama pihak Polres Muna, TNI, Bulog dan Dinas Peternakan itu banyak menemukan produk yang seharusnya tak lagi didistribusi.

Selain itu, ada pula kualitas beras yang tak sesuai dengan merk kemasannya. Salah satunya ditemukan pada gudang UD Maharani yang terletak di jalan S. Sukowati, Raha. Dalam operasi tersebut, menemukan 20 karung beras tak sesuai merek. Dalam kemasan tertulis merek “Beras Kepala Cap Raja Mawar”. Sayangnya, isi beras dalam karung tersebut berjenis biasa. Tim pun mempertanyakan temuan tersebut pada pemiliknya.

“Jelaskan, karungnya ini dapat di mana. Ini karung beras kepala tapi isinya beras biasa. Ini sudah tindakan kriminal. Bagaimana proses pengisiannya,” tanya La Ode Akhmad Yani, tim dari Disperindag pada karyawan UD Maharani, Senin (28/5).

Para karyawan pun mengaku tak tahu menahu terkait dengan pengisian beras tersebut. Beras yang ada diterima langsung dari penyalurnya di Bone, Sulawesi Selatan. “Kami tidak tahu pak. Kami hanya ambil barangnya. Tapi kalau datang pembeli, kami jelaskan bahwa ini beras biasa, bukan beras kepala,” argumen salah seorang karyawan tanpa mau menyebutkan namanya.

Selain itu, tim juga menemukan ada sekira 10 ton beras sejahtera (Rastra) yang tertampung dalam gudang UD Maharani. “Ada 10 ton yang tidak sesuai, makanya saat penyaluran ditolak. UD Maharani juga sebagai kontraktornya. Makanya harus diolah ulang,” jelas Roby, Perwakilan Bulog. Tim juga melakukan operasi di Toko Kharisma selaku distributor beras. Ternyata, pemiliknya tak mengantongi izin sebagai distributor. Tim dari Disperindag lalu meminta untuk mengumpulkan kembali dokumen izin yang ada. Sebelumnya, operasi pasar dilakukan di PT Landipo. Sebab, di Toko Harapan selaku mitra kerjanya, tim menemukan kemasan barang yang segera kedaluwarsa. Mulai dari pembalut, mie instan hingga minuman. “Masa tanda masa kedaluwarsanya dalam bentuk huruf, bukan angka. Saya baru lihat dalam bentuk huruf,” ujar La Ode Akhmad Yani.

Selain itu, ia juga menyorot distribusi mie instan sebanyak 50 dus. Dalam masa berlakunya tertera 04-12-17. Kata dia, tiga bulan sebelum masa kedaluwarsa, pihak distributor harusnya sudah menarik kembali produk tersebut. “Ini kebanyakan, satu bulan masa berakhirnya, masih juga beredar. Harus tarik. Kalau diabaikan maka melanggar undang-undang perlindungan konsumen. Harusnya dari tiga bulan,” ancamnya.

Kordinator Sales PT Landipo, La Ode Muh. Deni berdalih, sebelum tiga bulan, pihaknya sudah tidak menyalurkan lagi. “Tapi biasanya tokonya yang abai,” alasan Deni, senin(28/8). Pasar Sentral Laino juga jadi sasaran tim. Hanya saja, dalam operasi tersebut, tim melakukan pemeriksaan alat takar timbangan maupun jenis liter. Dalam operasi gabungan ini, tim langsung melakukan pendataan atas temuan tersebut. (b/ery)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top