Sekprov Sultra : Sukses Kelola Dana Desa Diberi Reward – Kendari Pos Online
Iklan pajak

Konkep
UHO Cup Iklan Iklan 10 Iklan 23
Metro Kendari

Sekprov Sultra : Sukses Kelola Dana Desa Diberi Reward

Lukman Abunawas

KENDARIPOS.CO.ID — Dana Desa (DD) seperti dua sisi mata pisau bagi pengelolanya dan terkait keberlangsungan pembangunan di desa. Bila DD itu dikelola dengan baik maka ada banyak manfaat yang bisa dirasakan warga desa. Sebaliknya, bila pengelolaan DD tak sesuai prosedur maka pengelola akan berhadapan dengan hukum. Sebab, sudah banyak ditemukan dugaan penyelewengan DD. Bahkan ada yang sedang diproses hukum.

Untuk itu, Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sultra, Lukman Abunawas meminta kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat Provinsi dan kabupaten untuk terus memantau pengelolaan DD. Bila perlu, pendamping desa dan desa yang sukses mengelola DD itu diberikan reward khusus. Hal itu menurut Lukman Abunawas bisa menjadi motivasi bagi desa lain untuk mencontohnya. “Kalau ada beberapa desa yang kita berikan penghargaan, Insya Allah yang lain bisa belajar kesana, karena DD ini tambah ketat pengawasannya. Tidak ada salahnya memberikan hadiah pada mereka yang berhasil mengelola DD,” ujar Lukman Abunawas, Senin (28/8).

Masukan itu disampaikan Lukman Abunawas saat membuka kegiatan rapat koordinasi (Rakor) Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa se-Sultra di Swis-bellHotel Kendari, kemarin. Ketua KONI Sultra itu menambahkan pemerintah pusat memiliki perhatian khusus pada masyarakat pedesaan. Terbukti alokasi DD terus ditingkatkan. Harapannya tentu agar desa bisa maju signifikan setelah memiliki dana pembangunan yang bisa dikelola mandiri oleh desa. “Saya berharap rapat semua unsur terkait hari ini bisa memberikan pencerahan pada yang terlibat dalam pengelolaan dana desa,” tukas mantan Bupati Konawe dua periode itu.

Sementara, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Sultra, Tasman Taewa menyambut baik saran dari pimpinannya itu. Ia mengaku sudah memikirkan reward yang akan diberikan kepada pengelola yang sukses mengatur DD. Tinggal menentukam bentuk dan mekanisme evaluasi untuk menentukan yang layak mendapat reward. “Insya Allah setelah evaluasi nanti akan ada yang terbaik dan kita berikan penghargaan,” kata Tasman Taewa.

Mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sultra itu menambahkan pihaknya mengundang para pendamping desa, camat, Bappeda dan BPKAD kabupaten dan kota untuk membentuk sinkronisasi perencanaan di desa. “Kenapa Bappeda harus terlibat, supaya ada bimbingan teknis tentang perencanaan, karena yang jadi kepala desa saat ini sebagian besar orang baru hasil Pilkades serentak,” paparnya.

Olehnya itu, Dinas PMD Sultra sudah mengundang BPKP, Inspektorat dan Polda Sultra untuk memberikan arahan kepada peserta rakor tersebut. Salah satu permasalahan yang dominan terjadi di desa itu yakni keterlambatan pelaporan setiap semester. “Kalau mau pencairan lagi harus sudah dilaporkan kegiatan sebelumnya. Tidak bisa ditawar-tawar, karena itu aturan. Inilah yang kita berikan pemahaman pada pengelola dana desa,” tutup mantan akademisi UHO ini. (ely/c)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top