Penyuap Hakim Divonis 7 Tahun – Kendari Pos Online
Iklan pajak

Konkep
UHO Cup Iklan Iklan 10 Iklan 23
Nasional

Penyuap Hakim Divonis 7 Tahun

Terdakwa kasus suap hakim konstitusi Ng Fenny (tengah) usai mengikuti sidang lanjutan dengan agenda pembacaan vonis di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (28/8/2017). Ng Fenny divonis lima tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider dua bulan kurungan.

KENDARIPOS.CO.ID — Mata Basuki Hariman dan Ng Fenny terlihat berkaca-kaca usai mendengar majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta membacakan vonis kasus korupsi yang membelit mereka. Keduanya dihukum masing-masing 7 tahun dan 5 tahun penjara. Mereka terbukti bersalah dan melakukan perbuatan melawan hukum karena menyuap mantan hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Patrialis Akbar.

Selain penjara, hakim juga menjatuhkan hukuman denda masing-masing Rp 400 juta subsider 3 bulan dan Rp 200 juta subsider 2 bulan kurungan penjara. “Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berkelanjutan,” kata ketua majelis hakim Nawawi Pomolango dalam amar putusannya, Senin (28/8).

Putusan tersebut sejatinya lebih rendah daripada tuntutan jaksa penuntut. Sebelumnya, jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta hakim menghukum Basuki dengan kurungan penjara 11 tahun dan 10 tahun 6 bulan untuk Ng Fenny. Basuki dinilai berperan aktif mendekati Patrialis saat perkara uji materi UU No 41/2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan bergulir di MK tahun lalu.

Judicial review itu yang menjadi objek suap dalam kasus tersebut. Basuki dan Ng Fenny sebagai pihak menginginkan uji materi itu diterima oleh MK agar bisnis impor daging dari Australia yang mereka geluti kembali eksis. Hakim menyatakan Basuki dan Ng Fenny terbukti menyuap Patrialis dengan uang USD 50 ribu agar mengabulkan uji materi. “Terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana seperti diatur dalam dakwaan alternatif pertama,” ucapnya.

Hanya, majelis hakim mengesampingkan uang Rp 2 miliar yang sempat ditukarkan Basuki dalam mata uang SGD 200 ribu. Duit itu dijanjikan akan diberikan ke Patrialis. Basuki dan Fenny masih pikir-pikir dengan putusan hakim. Mereka masih mempertimbangkan apakah akan mengajukan banding terhadap vonis tersebut. (tyo/oki)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top