Korban, Kurban dan Pengorbanan, Oleh : Prof. Dr. Abdullah Alhadza, MA – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Kolom

Korban, Kurban dan Pengorbanan, Oleh : Prof. Dr. Abdullah Alhadza, MA

Abdullah Alhadza

KENDARIPOS.CO.DI — Tiga kata tersebut di atas saat ini jadi marak dalam pemberitaan. Kata “Korban” menjadi buah tutur lantaran banyak bencana dan peristiwa yang terjadi menimpa kehidupan. Sementara kata “Kurban” ramai dibincangkan karena kita sedang menyongsong Hari Idul Adha yang lazimnya ditandai dengan kesibukan orang mengurusi hewan sembelihan. Sedangkan kata “pengorbanan” sering tampil dalam percakapan disebabkan kita baru saja memperingati HUT ke 72 RI sebagai hasil dari pengorbanan para pejuang pahlawan bangsa.

Adakah persamaan di antara tiga kata tersebut? Jawabannya tentu iya. Kata “Korban” (victim) adalah pihak yang menanggung penderitaan fisik atau materil sebagai akibat dari peristiwa, kejadian, dan atau perbuatan pihak lain. Misal; korban banjir, korban penggusuran, korban perampokan, dan lain-lain. Agar korban bisa bertahan atau tidak larut dalam kesakitan dan penderitaan batin maka bersabar adalah resep yang mujarab.

Kata “Kurban” adalah salah satu amalan inti dari perayaan Idul Adha, di mana ummat Islam diperintahkan mengorbankan harta miliknya dengan cara menyembelih hewan sebagaimana diatur dalam syariat Islam. Agar berkurban tidak terasa berat bahkan bisa jadi nikmat, maka hendaklah diniatkan sebagai sarana mendekatkan diri (qaraba, yaqrabu, qaribun) kepada Allah, Sang Maha Pemberi.

Kata “Pengorbanan” bermakna suatu perbuatan dengan cara menyerahkan atau memberikan sesuatu yang berharga yang dimiliki tanpa mengharapkan sesuatu imbalan materi. Pengorbanan adalah aplikasi nyata dan positif dari korban dan berkurban. Dari penjelasan tersebut, tampak sebuah benang merah yang merajut ketiganya. Korban adalah kondisi, berkurban adalah nilai, sementara Pengorbanan adalah naluri yang menuntut implikasi. Sebagai korban kita butuh kesabaran. Di dalam berkurban dikedepankan ketaatan. Dalam pengorbanan diperlukan keikhlasan. Ketiganya adalah esensi dari ketakwaan. Pengorbanan adalah naluri kemanusiaan, bahkan naluri setiap makhluk. Tanpa naluri pengorbanan dalam diri manusia maka manusia akan punah dan tanpa nilai pengorbanan dalam peradaban maka dunia akan segera musnah.

Kemerdekaan bangsa ini tak mungkin terwujud tanpa pengorbanan para pahlawan, kemudahan teknologi tak mungkin dinikmati andaikan ilmuan dan peneliti tak mau mengorbankan waktunya di tempat yang sunyi. Kita juga tak mungkin eksis sekiranya bukan karena pengorbanan orang tua terutama ibu yang rela menderita mengandung dan bersimbah darah melahirkan kita. Hewan dan tumbuhan pun akan mengalami kepunahan manakala mereka tak memiliki insting pengorbanan.

Disadari atau tidak, fenomena kehidupan menunjukkan bahwa tak ada pengorbanan yang kunjung sia-sia. Lihatlah fenomena selembar daun kering yang gugur dan jatuh ke tanah. Seolah berkata: “Biarlah aku copot dari dahan tempatku bergantung. Relakan aku tercampak di tanah. Tetapi aku akan menjadi humus untuk menambah lapisan dan kesuburan tanah yang semakin memperkokoh pohon tempatku berasal. Karena kutahu, daripadanya bakal tumbuh daun segar menghijau langit dan menghias bumi”.

Persoalannya adalah naluri dan nilai pengorbanan bisa terkikis oleh sifat egoisme dan nafsu keserakahan yang juga bersarang dalam diri manusia. Jika nilai pengorbanan tunduk pada sifat dan nafsu tersebut, maka muncullah kezaliman dan penindasan yang melahirkan korban, memunculkan petaka dan mengundang kebinasaan.

Untuk menangkal ancaman seperti itu, maka naluri pengorbanan harus ditumbuhsuburkan dalam diri setiap individu dan nilai pengorbanan harus dibudayakan dari generasi ke generasi dengan cara edukasi dan habituasi lewat pendidikan dan pencerahan. Salah satu wujudnya yang efektif adalah memaknai ibadah kurban sebagai menyembelih sifat-sifat kebinatangan dan menyingkirkan nafsu keserakahan dari fitra kemanusiaan. (*)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top