Investasi UN Swissindo Ilegal, Sultra Satu Kasus – Kendari Pos Online
Iklan pajak

Konkep
UHO Cup Iklan Iklan 10 Iklan 23
Ekonomi & Bisnis

Investasi UN Swissindo Ilegal, Sultra Satu Kasus

Tongam L Tobing
Ketua Satgas Waspada Investasi

KENDARIPOS.CO.ID — United Nation World Trust International Orbit (UN Swissindo) resmi dinonaktifkan. Pasalnya, Satuan Tugas Penanganan Dugaan Tindakan Melawan Hukum di Bidang Penghimpunan Dana Masyarakat dan Pengelolaan (Satgas Waspada) Investasi menemukan indikasi penyimpangan hukum secara terang-terangan dalam kegiatan operasional UN Swissindo.

Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam L Tobing mengatakan, Satgas Waspada Investasi bersama Bareskrim Kepolisian Republik Indonesia dan Bank Indonesia, pada Rabu (23/8) lalu telah memanggil pimpinan UN Swissindo, Sugihartono alias Sino. Dalam pertemuan tersebut, Sugihartono telah menandatangani surat pernyataan penghentian aktivitas penghimpunan dana ilegal dari masyarakat.

“Kegiatan ilegal yang selama ini dilancarkan adalah penawaran pelunasan utang kepada masyarakat dan pemberian voucher human obligation VM1 serta aktivitas di dalamnya,” terangnya.

Menurut Tongam, UN Swissindo telah beroperasi di beberapa daerah dan mengaku sebagai lembaga dunia yang mampu mengeluarkan surat pelunasan utang masyarakat pada lembaga jasa keuangan serta memberikan voucher untuk mengambil uang sebesar USD 1.200 atau Rp15,6 juta di Bank Mandiri.

“Kegiatan yang dilakukan UN Swissindo tersebut tidak benar, karena surat pelunasan yang diterbitkan tidak diakui oleh lembaga jasa keuangan dan voucher yang diberikan juga tidak dapat dicairkan di Bank Mandiri,” tambahnya.

Satgas Waspada Investasi pun mengimbau seluruh pimpinan UN Swissindo untuk menghentikan kegiatan dan meminta masyarakat agar tidak tergiur. Terlebih, secara resmi Sugihartono telah meminta maaf atas tindakan yang meresahkan masyarakat dan sektor jasa keuangan. “Masyarakat lebih berhati-hati jika ada penawaran sejenis yang mengatasnamakan UN Swissindo,” tegasnya.

Berdasarkan data yang dihimpun Satgas Waspada Investasi, aksi penipuan yang dilakukan oleh UN Swissindo telah tersebar di beberapa wilayah yang meliputi Jambi, Pekanbaru, Bengkulu, Lampung, Kepulauan Riau, Kalimantan Selatan, Sumatera Utara,  Kalimantan Timur, Kota Tegal, Cianjur, Bandung, Cirebon, Tasikmalaya, Purwokerto, Bali hingga Sulawesi Selatan.

“Yang paling banyak kena dampak adalah Kota Cirebon dengan himpunan dana hasil penipuan sebesar Rp 4,02 miliar dari 76 nasabah, lalu Kota Jambi sebesar Rp 1,3 miliar dari 11 nasabah serta Kota Purwokerto Rp 2,8 miliar dari 25 nasabah,” ungkap Tongam di waktu berbeda.

Beberapa bulan lalu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sultra juga menerima laporan dari salah satu industri perbankan wilayah Kota Kendari. Makanya, Kepala OJK Sultra, Widodo tidak henti mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap modus penipuan serupa. Menurutnya, sanksi pembekuan belum sepenuhnya efektif memberi efek jera karena ujung-ujungnya, komplotan berganti baju membentuk modus penipuan baru. “Intinya masyarakat harus lebih waspada,” tutupnya. (feb/b)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top