Deposito DAK Muna Rp 40 Miliar Dibagi-bagi, Diduga Mengalir ke DPRD dan Mantan Pejabat – Kendari Pos Online
Iklan pajak

Konkep
Zetizen Iklan Iklan 10 Iklan 23
HEADLINE NEWS

Deposito DAK Muna Rp 40 Miliar Dibagi-bagi, Diduga Mengalir ke DPRD dan Mantan Pejabat

KENDARIPOS.CO.ID — Duit deposito sebesar Rp 40 miliar diduga dibagi-bagi dan mengalir ke sejumlah mantan pejabat Muna dan oknum angggota DPRD Muna. Gambaran ini diketahui Kejaksaan Negeri (Kejari) Muna setelah evaluasi tim yang selama ini lakukan pemeriksaan sejumlah saksi. Hanya saja untuk kepastiannya, penyidik masih perlu memanggil pihak-pihak terkait.

“Masih perlu lakukan pemeriksaan kepada pihak lain juga. Tapi kita sudah lakukan evaluasi tim. Dana deposito banyak masuk ke DPRD, sebagian mantan pejabat,” ungkap Badrut Tamam, Kajari Muna saat ditemui, Senin (28/8). Rencana awal, Kejari Muna hanya butuh waktu sebulan untuk ekspose lagi kasus tersebut sekaligus menetapkan tersangkanya.

Hanya saja, bisa saja berubah waktunya. Sebab, saat ini pihaknya masih terus melakukan pemeriksaan sejumlah saksi. Menurut dia, penyidikan dilakukan secara bertahap. Nanti kalau sudah tuntas pemeriksaan baru disampaikan ke publik. satu hal yang pasti, lanjut dia, duit hasil deposito yang selama ini diselidiki, telah dibagi-bagi. “Kalau sudah kita panggil pihak-pihak lain, tinggal difinishing saja,” ulangnya menegaskan.

Sementara itu, pemeriksaan terhadap sejumlah bendahara terus dilakukan. Kemarin (28/8), giliran bendahara sekretariat daerah La Ege menjalani pemeriksaan. Hanya saja hingga pukul 14.00 Wita, dia tak terlihat di kantor Korps Adhyaksa tersebut. Bendahara DPRD Haringi juga absen dalam panggilan jaksa. Hanya bendahara DPPKAD Musaini yang hadir menjalani pemeriksaan.

“Kami yakin bendahara instansi, mengetahui secara pasti aliran dana yang telah diselewengkan,” jelasnya. Dalam waktu dekat juga, pemeriksaan terhadap sejumlah pejabat teras hingga legislator di Muna juga bakal dilakukan. Mereka akan digilir satu persatu untuk memenuhi panggilan jaksa. Termasuk, kontraktor berinisial “H” yang notabene seorang PNS dalam proses pengerjaan infrastruktur jalan poros Motewe menuju Pokadulu, juga dibidik jaksa. Pemeriksaan juga akan lebih menarik perhatian publik. Sebab, para pemimpin yang menakhodai Muna saat kasus itu muncul juga jadi sasaran pemeriksaan. “Sabar saja, akan ada saatnya untuk mengungkap pelakunya,” imbuhnya. (b/ery)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top