Watu Mokula, Permandian Air Hangat di Kolaka Utara, Bisa Obati Penyakit Kulit, Ada juga yang Simpan Sesajen – Kendari Pos Online
Iklan pajak

Konkep
UHO Cup Iklan Iklan 10 Iklan 23
Kolaka Utara

Watu Mokula, Permandian Air Hangat di Kolaka Utara, Bisa Obati Penyakit Kulit, Ada juga yang Simpan Sesajen

Permandian air hangat di Kolut. Foto : Muh Rusli/Kendari Pos.

KENDARIPOS.CO.ID — Warga setempat menyebutnya Watu Mokula atau batu hangat. Kalau mandi di tempat ini, sensasinya seperti sedang berada di kamar mandi pakai shower. Tak hanya enak dijadikan sarana membersihkan badan dan lokasi wisata, tempat ini juga ternyata sering digunakan untuk menyimpan sesajen. Kabarnya untuk menghormati “penunggunya”.

Muhammad Rusli, Kolut

Andi dan Indah, dua sejoli yang sangat tertarik dengan cerita ‘unik’ watu mokula. Akhir pekan lalu, keduanya menyatukan niat untuk mendatangi tempat permandian yang terletak di Desa Batuganda, Kecamatan Lasusua, Kolut. Meski sinar mentari begitu “menyengat” dan harus melewati sungai yang lebarnya belasan meter, tak membuat tekad keduanya surut. Namun lelah langsung hilang, usai merasakan nikmatnya bermain di bawah wotu mokula, batu lekuk yang airnya hangat.

“Ternyata benar kata orang, sensasinya beda. Serasa mandi pakai shower,” ujar Indah yang diaminkan teman spesialnya, Andi. Saking menikmati, keduanya tak sadar kalau sudah hampir tiga jam berada di bawah guyuran air hangat tersebut. Tak jauh dari batu itu, ada juga batu serupa yang kondisinya juga hampir sama. Hanya di tempat itu banyak warga yang juga mau merasakan sensasi mandi air hangat.

“Biar beberapa jam, rasanya tidak bosan,” timpal Andi. Dari sekian banyak objek wisata alam di Kolaka Utara (Kolut), baru watu mokula ini yang menjadi tempat permandian air hangat. Namun, wujudnya bukan dalam bentuk kolam namun airnya menetes ke bawah dari bebatuan yang melekuk. Pengunjung bisa merasakan mandi air hangat layaknya menggunakan shower di kamar mandi. proses penghangatan air ini dikarenakan panas bumi dari bebatuan yang ada di atasnya.

Hal itulah yang mendasari warga sekitar menyebutnya watu mokula atau batu hangat karena mengucur dari rongga batuan. Lokasinya terletak di Dusun V Desa Batuganda, Kecamatan Lasusua, Kolut. Jarak dari kelurahan tak cukup sepuluh menit berkendara. Hanya saja, untuk sampai ke titik lokasi wisata itu harus berjalan kaki sepanjang kurang lebih satu kilometer, melintasi perkebunan warga yang berbatu.

Sebagian pemukiman di Desa Batuganda dipisahkan oleh sungai besar hingga rumah padat penduduk mendiami areal bantaran sungai. Karena toritorialnya didominasi perbukitan tanah perkebunan. Jalan utama yang bisa dilalui roda empat hanya mentok di Dusun v karena diputus oleh sungai yang lebarnya kurang lebih seratus meter.

Pengunjung yang hendak ke sumber air hangat itu harus melintasi jembatan gantung selebar dua meter. Di mana warga setempat saat menyeberang mengendarai motor nampak ngebut karena mengayun jika berjalan lamban. Rumah di ujung jembatan merupakan titik pengunjung mulai berjalan kaki pada jalan setapak ke arah selatan menelusuri hulu sungai itu.

Jauhnya pun hanya sekira satu kilometer lebih. Sepanjang jalan terasa teduh dari sinar matahari karena tanaman perkebunan dan pepohonan di bukit bebatuan yang tak dijamah manusia. Pengunjung harus siap basahan sebelum sampai di lokasi wisata. Karena tak ada jalan lain terkecuali kembali memotong sungai tersebut. Caranya, dalam air sungai setinggi pangkal paha orang dewasa saat cuaca terik.

1 of 2

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top