Rektor UHO Ajak Dosen Berlomba jadi Guru Besar – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Edukasi

Rektor UHO Ajak Dosen Berlomba jadi Guru Besar

Prof Zamrun

KENDARIPOS.CO.ID — Universitas Halu Oleo (UHO) punya segudang potensi yang bisa membawanya setara kampus ternama di tanah air maupun internasional. Pekan lalu, kampus negeri terbesar di Sultra ini masuk peringkat ke-37 berdasarkan hasil penilaian Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Pencapaian ini merupakan sejarah baru sepanjang berdirinya kampus yang kini berusia 36 tahun tersebut.

Berhasil masuk 40 kampus terbaik dan mengalahkan ratusan kampus se nusantara bagi Rektor UHO, Prof Muh Zamrun merupakan sebuah kebanggaan sekaligus tantangan. Hanya saja, menurutnya prestasi itu masih bisa ditingkatkan. Asalkan sumber daya manusia (SDM)-nya ditingkatkan kualitasnya. Salah satunya dengan memperbanyak publikasi (karya) ilmiah internasional.

“Saya minta dan mengajak seluruh civitas akademika, khususnya dosen untuk berlomba berkarya menjadi guru besar. Caranya, dengan terus menambah publikasi internasional yang menjadi syarat jadi profesor,” kata Prof Muh Zamrun, kepada Kendari Pos. Mantan Dekan Fakultas Matematikan dan Ilmu Pengetahuan Alam (F-MIPA) UHO ini menjelaskan, berlomba menjadi guru besar sangat penting dalam menunjang kualitas sebuah universitas. Kalau jumlah profesor di UHO bertambah, maka akan meningkatkan grade (kelas) Kampus Hijau. “Berkarya tak mesti hanya karena punya jabatan. Mari berlomba juga, tunjukkan dedikasi kita dengan berbuat yang terbaik untuk UHO,” pesannya.

Sudah sepantasnya Zamrun “menantang” para dosen berlomba menjadi guru besar. Sebab, akhir Jumat (25/8), dia dikukuhkan sebagai guru besar UHO di usia yang ke-45 tahun. Pria yang dilahirkan di Lambubalano, Kabupaten Muna ini dikukuhkan melalui SK Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI, Muhammad Nasir, No: 75399/A2.3/KP/2017, terhitung 1 Juli 2017.

Selain usia yang masih muda telah bergelar profesor, jabatan fungsional Bidang Ilmu Fisika yang disandang Zamrun adalah gelar guru besar kedua di Universitas Halu Oleo (UHO). Tentu menjadi kebanggaan bagi Kampus Hijau khususnya dan masyarakat Sultra pada umumnya. Prof Zamrun pun tak jumawa atas prestasi yang diperolehnya itu. Dengan rendah hati, dirinya menyampaikan setiap dosen UHO berkesempatan memperoleh gelar Profesor. Bahkan harapannya, semua dosen UHO harus bisa memperoleh jabatan fungsional tersebut. “Setiap dosen punya peluang sama untuk menjadi guru besar. Untuk itu, mari berlomba memperbanyak karya ilmiah, supaya kampus tercinta ini bisa lebih hebat lagi,” ajaknya.

Zamrun ditetapkan sebagai profesor dengan karya ilmiah berjudul “Formalisme Penggandengan Channel: Teori, Numerik dan Aplikasi pada Reaksi Nuklir antar Inti Atom” melalui Surat Keputusan (SK) Menristekdikti, Muhammad Nasir, yang dibacakan Ketua Guru Besar UHO, Prof. Dr. Sahidin, S.Pd, M,Pd di Auditorium Mokodompit UHO, Jumat (25/8).

Bagi Zamrun gelar profesor hanyalah pengakuan yang diberikan atas prestasi kinerja di bidang tridarma. Dengan menyandang gelar profesor, dia harus benar-benar memperlihatkan perilaku seorang profesor. Gelar profesor diberikan bagi orang-orang yang dinilai baik dalam mengamalkan tridarma perguruan tinggi. “Semua orang bisa jadi profesor sepanjang menyandang gelar doktor. Dan, tentunya telah memenuhi syarat dan ketentuan,” katanya.

Ia akan mempertanggung jawabkan gelar guru besar secara akademik maupun dalam kehidupan bermasyarakat. Zamrun akan menunjukan bahwa dia benar-benar profesor. “Apa sih yang dinilai dari seorang profesor? Sebenarnya menyandang gelar profesor tidak hanya mengamalkan tridarma perguruan tinggi. Tapi jadi profesor dalam aturan, harus dilihat tata laku, sikap, integritas. Semua itu harus dinilai. Dan, yang menilai adalah publik,” terangnya.

Ke depan, lanjut Zamrun, dirinya berusaha untuk merangsang para dosen agar rajin mempublikasi jurnal internasional. Caranya, dengan membuat suatu kebijakan agar mereka bisa meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris, supaya memudahkan saat publikasi jurnal ilmiah internsional. “Minimal, kita akan beri insentif tinggi bagi yang publikasi jurnalnya di level tinggi. Sebaliknya, kalau level jurnalnya rendah maka insentifnya juga rendah,” katanya. Dia menambahkan, kalau mayoritas dosen maksimal dalam publikasi jurnal, maka grade UHO bisa lebih baik lagi.

Masih menurut Zamrun, dirinya juga akan aktif membangun komunikasi dan kerjasama dengan kampus ternama di tanah air maupun internasional. Ini penting, supaya kehebatan mereka bisa diikuti. Kalau ada universitas lain yang go internasional maka kita bisa mengikutinya. Dan, itu sudah dirintis sejak era kepemimpinan Prof Usman Rianse,” imbuh pria yang menguasai empat bahasa asing ini. (b/kus/feb)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top