Bupati Butur Bangun SPAM Untuk Antisipasi Krisis Air Bersih – Kendari Pos Online
Iklan pajak

Konkep
UHO Cup Iklan Iklan 10 Iklan 23
Buton Utara

Bupati Butur Bangun SPAM Untuk Antisipasi Krisis Air Bersih

KENDARIPOS.CO.ID — Sarana penyediaan kebutuhan air bersih di Kabupaten Buton Utara (Butur) masih kurang memadai. Beberapa desa di daerah itu kerap kesulitan mendapatkan air bersih ketika musim kemarau datang. Untuk menyelesaikan keluhan warga itu, pemerintah pada otorita kendali Bupati, Abu Hasan itu mengalokasikan anggaran Rp 4 miliar untuk pembangunan optimilisasi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di enam titik yang dianggap ketersediaan air bersih masih kurang memadai.

Pembangunan tengah dilakukan dan ditargetkan rampung sebelum tahun 2017 berakhir. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Butur, Wawan Wardaya memastikan, proyek penyedia air bersih itu merupakan bukti keseriusan pemerintah dalam upaya pemenuhan kebutuhan infrastruktur publik khususnya air bersih dan mempercepat pelaksanaan proyek infrastruktur strategis nasional.

Menurutnya, pengembangan SPAM serta prasarana dan sarana sanitasi dilakukan sesuai asas kelestarian, keseimbangan, kemanfaatan umum untuk memenuhi kebutuhan pokok warga Butur. “Jika proyek ini sudah jadi, maka secara otomatis, air bersih akan disalurkan ke rumah-rumah warga,” ujar Wawan Wardaya saat ditemui di ruang kerjanya, akhir pekan lalu.

Mantan Kepala Bidang Bina Marga PU Butur ini menambahkan, optimilisasi sistem penyedian air minum tengah dibangun pada enam lokasi, yakni di Buranga, Kelurahan Wolio, Desa Kioko, Mata dan Bira. Menurutnya, ketersediaan air bersih juga menjadi pemicu lancarnya program pembangunan di wilayah itu.”Target pembangunan tuntas tahun ini. Lima paket sudah sementara dikerja dan satu proyek masih dalam proses lelang,” tambahnya.

Wawan berharap, pembangunan SPAM diproyeksi agar Butur bisa bebas dari kekeringan dan kekurangan air bersih saat kemarau berkepanjangan datang melanda. Menurutnya, sumber mata air di daerah itu sangat melimpah, hanya saja pengelolaannya belum maksimal sehingga tak sampai ke semua rumah. Warga masih mengandalkan air sumur dan sumber mata air lainnya secara manual. “Jika ditotalkan anggaran yang diporsikan untuk pembangunan sarana penyedia air minim mencapai Rp 4 miliar bersumber dari anggaran pendapatan belanja daerah,” tandasnya. (c/had)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top