Warga di Wakatobi Takut Makan Ikan, Pedagang Mengeluh – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Wakatobi

Warga di Wakatobi Takut Makan Ikan, Pedagang Mengeluh

ASTY NOVALISTA/KENDARI POS
Kondisi Pasar Ikan Wangiwangi yang sepi pembeli. Pedagang mengeluh jualan mereka jarang dibeli setelah beredar informasi adanya ikan beracun.

KENDARIPOS.CO.ID — Masyarakat Wakatobi semakin resah dengan beredarnya informasi penjualan ikan diduga terkontaminasi racun. Akibatnya, banyak warga mulai berhati-hati mengonsumsi ikan. Beberapa diantaranya sudah mengganti lauk ikan dengan mie instan ataupun telur. Kini banyak pedagang ikan di pasar khususnya Pulau Wangiwangi merasa dirugikan dengan kejadian beberapa hari terakhir ini.

Jamila (45), pedagang ikan di Pasar Wangiwangi mengaku, belakangan ini sepi pembeli. Masyarakat mulai selektif dalam memilih ikan. “Kalau rugi, pasti. Karena setiap kali ada calon pembeli selalu tanya, ini ikannya aman atau tidak. Jangan sampai kena racun,” keluh Jamila, Jumat (25/8).

Ia bersama rekannya sesama penjual mengaku hanya bisa pasrah dengan kondisi tersebut. Tak sedikit diantara mereka nyaris adu mulut dengan warga karena selalu dicurigai. “Kita juga tidak mungkin jual ikan beracun. Kasihan, hanya ulah satu orang kita kena semua,” sambung perempuan asal Kelurahan Wanci ini.

Suri (38), warga setempat mengaku sangat berhati-hati dalam membeli ikan. Wanita asal Kelurahan Mandati ini mengungkapkan, ikan yang dibelinya harus benar-benar segar. “Kita memilih ikan yang masih segar meski harganya agak mahal dari biasa,” terang Suri. Baru-baru ini warga digegerkan dengan kabar meninggalnya salah seorang penduduk Desa Fungka, Wangiwangi setelah mengonsumsi ikan baronang. Namun, pihak keluarga membantah informasi tersebut. “Kalau terkontaminasi racun, pasti kita semua sudah alami gejala yang sama. Tapi buktinya tidak,” ujar anak korban, Jayadin (15).

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Kawasan dan Pembenihan Ikan pada Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Wakatobi, Syahbuddin mengimbau masyarakat lebih jeli dalam memilih dan tidak takut mengonsumsi ikan. “Kita bisa lihat kondisi fisiknya. Seperti mata ikan yang buram, kondisi insang berlendir tapi tidak biasa, dan lainnya. Kita imbau masyarakat jangan takut konsumsi ikan asal masih segar,” jelas Syahbuddin.

Di lain sisi, Kepala Wilayah I Seksi Pengelolaan Taman Nasional (KSPTN) Kabupaten Wakatobi, Lukman Hidayat menekankan agar masyarakat tetap waspada dengan beredarnya ikan yang terkontaminasi racun. Khususnya jenis ikan karang. Apalagi pihaknya sudah menangkap satu orang pelaku yang menggunakan racun rumput untuk meracuni ikan. “Tapi kalau untuk wilayah Kaledupa, Tomia dan Binongko masih relatif aman,” tegas Lukman Hidayat.

Perlu diketahui, Pemkab Wakatobi menggandeng instansi terkait memantau kondisi ikan di pasar. Sampel ikan juga akan diperiksa di laboratorium. (b/thy)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top