Raih Gelar Profesor, Rektor UHO Menangis – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Edukasi

Raih Gelar Profesor, Rektor UHO Menangis

Rektor UHO menerima ucapan selamat usai meraih gelar profesor

KENDARIPOS.CO.ID— Tuhan memang selalu memeluk mimpi orang-orang yang bersungguh-sungguh. Lihatnya anugerah yang diberikan Allah SWT kepada seorang Muhammad Zamrun. Dalam tiga bulan terakhir, secara berturut ia mendapatkan banyak hal-hal membahagiakan. Juni lalu terpilih jadi Rektor Universitas Halu Oleo (UHO), Juli ia dilantik, dan di akhir Agustus ini, kampus yang ia pimpin dinobatkan sebagai 37 perguruan tinggi terbaik tanah air.

Teranyar, dan luar biasa adalah saat Muhammad Zamrun dikukuhkan sebagai seorang guru besar dengan gelar Profesor. Jumat (25/8), saat gelar itu disematkan kepadanya di auditorium Mokodompit UHO, Zamrun menangis. Ketika memperkenalkan orang-orang dekatnya, nafas pengganti Prof Usman Rianse ini tersengal-sengal ketika menyebut satu per satu nama-nama keluarganya, apalagi kala mengenang kepergian mendiang Fahruddin Firihu, adik kandungnya.

Zamrun ditetapkan sebagai profesor dengan karya ilmiah berjudul “Formalisme Penggandengan Channel: Teori, Numerik dan Aplikasi pada Reaksi Nuklir antar Inti Atom” melalui Surat Keputusan (SK) Menristekdikti, Muhammad Nasir, yang dibacakan Ketua Guru Besar UHO, Prof. Dr. Sahidin, S.Pd, M,Pd.

Rektor UHO, Prof. Muhammad Zamrun menceritakan secara detail dan rinci tentang bagaimana asas manfaat hasil penelitian yang mengantarnya menjadi guru besar. Menurutnya, dinamika dan struktur inti atom adalah studi yang sangat menarik dalam bidang fisika nuklir selama lebih tiga dasawarsa.

Kata mantan Dekan FMIPA ini, berdasarkan hasil simulasi dengan menggunakan metode penggandengan channel ternyata dapat digunakan untuk mengkaji reaksi nuklir. “Metode ini nantinya dapat digunakan untuk menjelaskan data eksperimen yang akan muncul di masa-masa yang akan datang,” tandas Zamrun saat menyampaikan pidato ilmiahnya.

Bagi Zamrun gelar profesor hanyalah pengakuan yang diberikan atas prestasi kinerja di bidang tridarma. Dengan menyandang gelar profesor, dia harus benar-benar memperlihatkan perilaku seorang profesor. Gelar profesor diberikan bagi orang-orang yang dinilai baik dalam mengamalkan tridarma perguruan tinggi. “Semua orang bisa jadi profesor sepanjang menyandang gelar doktor. Dan, tentunya telah memenuhi syarat dan ketentuan,” katanya.

Ia akan mempertanggungjawabkan gelar guru besar secara akademik maupun dalam kehidupan bermasyarakat. Zamrun akan menunjukan bahwa dia benar-benar profesor. “Apa sih yang dinilai dari seorang profesor? Sebenarnya menyandang gelar profesor tidak hanya mengamalkan tridarma perguruan tinggi. Tapi jadi profesor dalam aturan, harus dilihat tata laku, sikap, integritas. Semua itu harus dinilai. Dan, yang menilai adalah publik,” cetusnya.

Bukan hanya publik yang menilai, kata dia universitas juga masih diberi wewenang untuk menilai prilaku para profesor. Hanya saja penilaiannya sangat subyektif. Sebenernya profesor disyaratakan tidak hanya dalam urusan akademik tapi juga prilaku. “Tata laku, tata bahasa, sikap dan tindakan harus mencerminkan seorang profesor,” kata dia.

Apakah guru besar di UHO sudah melakukan itu? Ia tidak mau menilai orang lain. Ia mengaku sepanjang ini tidak mengetahuinya. Tapi yang jelas ketika telah jadi profesor, maka telah menjadi orang tua karena profesor itu adalah orang tua. Tunjukkanlah sikap sebagai orang tua. Gelar akademik itu hanya pendidikan. “Dan, pendidikan itu berkaitan dengan budaya. Di mana budaya juga berkaitan dengan sikap, tata laku, tata atur yang harus menjadi lebih bagus dan sopan,” ujar dia.

1 of 2

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top