Korban First Travel di Kendari : Yang Banyak Janji Biasanya Bohong – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
HEADLINE NEWS

Korban First Travel di Kendari : Yang Banyak Janji Biasanya Bohong

Salah satu Korban Firts Travel di Kota Kendari, Abbas Hasbi.

KENDARIPOS.CO.ID — Dari 170 jamaah yang dijanjikan berangkat tahun ini oleh First Travel, Kendari Pos berhasil menemui dua orang diantaranya. Bagaimana cerita mereka? Usia Sitti Hasna sudah 76 tahun. Tak banyak keinginannya di usia yang sudah se uzur itu. Bagi perempuan ini, kembali melihat Kakbah seperti setahun lalu saat ia berangkat umrah, sudah jadi kenikmatan besar yang sangat ia syukuri. “Soalnya kalau daftar haji, tunggunya lama. Mungkin saya sudah meninggal saat giliranku tiba. Makanya saya daftar umrah saja,” begitu pengakuan wanita yang tinggal di di Jalan Haluoleo, Kota Kendari ini.

Tahun 2016, wanita yang lahir tahun 1941 itu sudah pernah ke tanah suci. Ia berangkat umrah lewat First Travel. Ingin kembali mengulang kenikmatan ibadah di tanah suci, Sitti Hasna pun kembali menyetorkan duitnya sebesar Rp 17 Juta ke Iskandar Muntu, agen FT di Kendari agar bisa diterbangkan tahun ini. Sayang, impiannya itu terlihat makin samar-samar sekarang gara-gara pimpinan First Travel tertangkap dengan dugaan melakukan penipuan terhadap jamaah.

“Tapi saya ikhlaskan saja itu uangku (yang sudah disetor ke First Travel) kalau memang tidak bisa kembali. Saya sudah tua malas berpikir banyak, hanya ingin hidup santai-santai saja. Saya pergi umroh (tahun 2016) karena Allah. Jadi kalau saya tidak jadi berangkat itu juga karena Allah,” kata Oma, panggilan Sitti Hasna oleh warga sekitar.

Korban First Travel Sitti Hasna

Nenek dengan 14 cucu juga menceritakan, dirinya mengenal First Travel dari anak mantunya, yang kebetulan satu kantor dengan istri agen First Travel di Kendari. Ia juga yakin karena telah diberangkatkan sekali ke tanah suci Mekkah. Pengalaman pertamanya tersebut menjadi dasar dirinya kembali mendaftarkan diri kepada First Travel untuk umroh. “Pertama kali saya mendaftar itu tahun 2015, dan diberangkatkan di tahun 2016. Fasilitasnya bagus pada saat berangkat pertama, selanjutnya saya mendaftar lagi di tahun 2016 untuk berangkat 2017,” katanya. Sebenarnya, kata Oma, ia sempat dilarang salah seorang anaknya untuk umrah lagi. Daftar haji akan lebih bagus. Namun larangan anak laki-lakinya itu tidak mengurungkan niat wanita asal Muna itu untuk mendaftar umrah lagi.

Sitti Hasna kemudian mendaftarkan diri pada bulan Januari 2016, dengan janji akan diberangkatkan pada bulan Februari 2017. Saat itu ia menyetor uang sebanyak Rp 14,5 Juta secara tunai. Mendekati hari H, agen di Kendari menyampaikan agar jamaah menambah uang sebanyak Rp 2,5 Juta dengan alasan mau naik pesawat Arab Saudi dari Jakarta. “Saya bayar, pas Februari katanya ditunda bulan Maret. Pas bulan Maret lagi ada info ditunda Juni malahan disuruh tambah uang lagi Rp 2 juta karena mau puasa disana (di Makkah). Tapi tidak jadi, sampai sekarang ditunda,” cerita Oma.

Kekecewaan juga dirasakan Abbas Hasbi (53) warga Balai Kota II, Kelurahan Pondambea, Kecamatan Kadia. Ia juga masuk dalam daftar 58.682 calon jamaah First Travel yang gagal diberangkatkan. Seperti halnya Sitti Hasna, ia juga percaya karena biro perjalanan ini sudah pernah memberangkatkan orang-orang yang ia kenal dan diceritakan punya pelayanan bagus plus murah.

“Istri saya berangkat 2016 lalu. Makanya, saya juga ikut daftar agar bisa berangkat tahun 2017. Bahkan saya ajak ibu dan saudara saya. Kami daftarnya itu bulan Mei 2016 untuk berangkat Februari 2017,” tutur Abbas. Namun harapan pegawai Inspektorat Sultra pupus setelah aksi tipu-tipu Annisa Hasibuan dan suaminya terungkap. Uang Rp 51 juta yang ia setorkan bersama keluarganya kini tak jelas rimbanya.

“Dari awal saya sudah mulai curiga. Waktu rencana berangkat Februari ditunda, saya masih berfikir positif mungkin memang ada kendala. Setelah waktu yang dijanjikan kembali lewat kecurigaan saya diawal berarti sudah betul, karena kalau sudah banyak janji pasti banyak bohongnya itu,” sesalnya sambil menunjukkan beberapa atribut First Travel yang akan digunakan di Mekkah kepada Kendari Pos.

1 of 2

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top