Sosialisasi TP4D, Bupati Konsel Ingatkan Kades – Kendari Pos Online
Iklan pajak

Konkep
Zetizen Iklan Iklan 10 Iklan 23
Konawe Selatan

Sosialisasi TP4D, Bupati Konsel Ingatkan Kades

KAMALUDDIN/KENDARI POS
Suasana sosialisasi TP4D yang digelar Pemkab Konsel bersama Kejaksaan Negeri, kamis(24/8)

KENDARIPOS.CO.ID — Kejaksaan Negeri (Kejari) Konawe Selatan (Konsel) bersama pemerintah kabupaten (Pemkab) menggelar sosialisasi tim pengawal pengamanan pemerintahan dan pembangunan daerah (TP4D), Kamis (24/8). Sosialisasi tersebut diikuti 336 desa dan 25 kecamatan yang ada.

Bupati Konsel, H. Surunuddin Dangga yang hadir dalam kegiatan tersebut merasa geram setelah melihat masih banyak kepala desa yang tidak hadir dalam agenda kejaksaan yang serentak berlangsung di seluruh Indonesia itu. “Saya melihat masih ada beberapa kursi kosong. Tolong DPMD buat absensi, desa mana yang tidak ikut dan laporkan ke saya. TP4D ini jangan dianggap enteng. Ini adalah sosialisasi pengawasan pembangunan,” tegasnya saat membuka kegiatan tersebut.

Mantan anggota DPRD Sultra itu mengimbau camat untuk mengontrol desanya masing-masing. “Kalau ada undangan seperti ini harus diatensi. Bagaimana mau tahu aturan kalau ada kegiatan seperti ini saja tidak hadir. Jadi saya sampaikan memang, kepala desa harus hati-hati dalam mengelola keuangan,” warningnya.

Pada kesempatan itu, bupati meminta para camat agar terus memaksimalkan anggaran pada tahun 2018 mendatang. ” Kalau bisa 2019 nanti jangan lagi ada atap rumbia di desa-desa. Jadi kita harus punya target. Kedua, kita juga harus mendorong keunggulan apa yang ada di desa kita,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Konsel Abdillah, MH melalui Kepala Seksi Intelijen (Kasiintel), Ramadan, MH menjelaskan, sosialisasi TP4D kali ini dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia. Langkah tersebut dalam mengawal pengelolaan dana desa yang mencapai Rp 60 triliun di Indonesia.

“Untuk itu kami diperintahkan pimpinan untuk membantu mengawal proses penggunaan DD ini agar tepat sasaran. Sehingga dimungkinkan penyelewengan DD tidak terjadi,” jelasnya. Menurutnya, untuk tahun 2017, berdasarkan hasil pengawalan dari TP4D, Konsel dikategorikan aman untuk penggunaan dana desa. Semua pelaksanaan pekerjaan sesuai program. “Untuk pencegahan dini, hal yang kami lakukan yakni tindakan preventif persuasif. Untuk indikator Konsel aman penggunaan DD, dari hasil pantauan lapangan pekerjaan fisik di desa cukup baik, salah satunya Desa Kondoano, Kecamatan Mowila dan masih ada lagi beberapa desa lainnya,” ungkapnya.

Ramadan menambahkan, memang ada beberapa desa yang dilaporkan terkait korupsi untuk penggunaan DD 2016, yang saat ini masih dalam pengumpulan bahan dan keterangan. Namun jika dipersentasekan dari 336 desa yang ada, Konsel kategori baik meski yang dilaporkan dan sementara berproses ada delapan desa. “Satu desa telah kami indikasikan korupsi, yakni Wonua Kongga, Kecamatan Laeya. Untuk desa lainnya masih sementara berproses,” paparnya. (b/kam)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top