Keuangan Belum Stabil, Pemprov Sultra Selektif Jalin Kerja Sama – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Metro Kendari

Keuangan Belum Stabil, Pemprov Sultra Selektif Jalin Kerja Sama

Wagub SUltra, H. M. Saleh Lasata

KENDARIPOS.CO.ID — Kondisi keuangan daerah belum cukup maksimal untuk mendanai semua program dan rencana kegiatan pemerintah. Upaya penghematan sudah dilakukan. Bahkan banyak hal yang terpaksa harus dicoret karena dianggap tak terlalu mendesak. Termasuk dalam urusan kerja sama dengan pihak eksternal.

Tahun 2017 ini, Pemprov Sultra harus selektif dalam memilih instansi atau perusahaan mana saja yang bisa menjadi mitra kerja sama. Plt. Gubernur Sultra, Saleh Lasata mengungkapkan ada beberapa kesepakatan kerja sama yang sudah disahkan dalam bentuk Memorandum of Understanding (MoU), namun terpaksa tidak ditindaklanjuti karena berbagai alasan. “Banyak itu MoU yang tidak berjalan. Karena alasan modal dari mitra itu ataupun kita juga yang belum siap. Karena namanya kerja sama itu erat kaitannya dengan modal,” ujarnya.

Karenanya, ia meminta pada SKPD terkait untuk berhati-hati dalam membangun hubungan kerja sama dengan pihak lain, baik itu perusahaan maupun instansi vertikal pemerintah. “Memang tidak bisa sembarang lagi. Harus benar-benar bisa kita lakukan, dan memberi manfaat,” katanya.

Terpisah, Kepala Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik Hasby Andi Saing mengakui jika dirinya mendapat instruksi langsung dari Plt.Gubernur Sultra, Saleh Lasata agar tidak sembarangan menerima ajakan kerja sama dari pihak tertentu. Kata dia, Biro kerjasama adalah biro baru masih dalam tahap penjajakan.

Sehingga, jalinan kerja sama yang sudah berjalan masih harus dipelajari untuk dilanjutkan atau dievaluasi. “Plt Gubernur memang berpesan harus ekstra hati-hati dan waspada di dalam pekerjaan terutama yang terkait rambu-rambu hukum itu,” ujar Hasby ANdi Saing saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (24/8).

Dia tak menampik jika ada sejumlah MoU tidak ditindaklanjuti hingga saat ini. Namun dirinya enggan menyebutkan perjanjian mana saja yang dimaksud. Yang jelas, saat ini pihaknya fokus untuk selektif menerima tawaran kerja sama. Tahun ini misalnya, sudah lebih dari 10 tawaran yang masuk, namun pihaknya baru menyetujui lima proposal. “Yang lain kami anggap tidak memenuhi aturan atau tidak mendukung visi misi pemerintah,” tukas Hasby.

Lima kerja sama itu antara lain, pemberian beasiswa miskin di Universitas Sultra, pembangunan Gelanggang Olahraga dengan PT. Antam, dan pemanfaatan hutan dengan salah satu perusahaan asing asal Korea. “Banyak pengalaman yang sudah mengajari kita untuk tidak langsung menerima tawaran. Setelah kita pelajari memang baru lima itu yang bisa kita jajaki,” imbuh Hasby.

Lebih dari upaya selektif itu, ke depan Pemprov Sultra sudah merancang satu program khusus untuk mengatur sisteim kerja sama di daerah ini. Program itu dinamai program Praktis (pelayanan registrasi dan administrasi kerjasama daerah terintegrasi sealur). Di dalamnya mengatur jika semua kerjasama baik level provinsi maupun kabupaten harus teregistrasi di biro. “Selain bisa kita hitung berapa pihak luar yang minati daerah kita, kita juga bisa saling mengingatkan kalau ada perusahaan yang tidak becus dalam perjanjian kerja sama karena siapa tahu sudah ada pengalamannya daerah lain,” pungkasnya. (ely/c)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top