Giliran Masyarakat Bombana Mendapat Literasi Dari OJK – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Ekonomi & Bisnis

Giliran Masyarakat Bombana Mendapat Literasi Dari OJK

Nuryadi/Kendari Pos
Kepala OJK Sultra, Widodo saat memberikan edukasi pada masyarakat Kecamatan Rarowatu, Kabupaten Bombana, Kamis (24/8).

KENDARIPOS.CO.ID — Sebagai lembaga yang baru seumur jagung dibentuk, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sultra kembali melakukan literasi kepada masyarakat. Kamis (24/8), giliran Kabupaten Bombana yang disambangi lembaga yang dipimpin Widodo ini. Di hadapan siswa-siswi SMP dan SMA serta masyarakat di Kecamatan Rarowatu, Kepala OJK Sultra, Widodo memperkenalkan dan mengulas berbagai hal tentang lembaga yang kini dipimpinnya. Kata dia, OJK merupakan lembaga negara baru yang terbentuk tahun 2011 lalu berdasarkan Undang-Undang nomor 21 tahun 2011. Tugasnya adalah melaksanakan pengawasan dan pengaturan industri jasa keuangan dimana sebelumnya lahirnya undang-undang tersebut, masalah ini khususnya di bidang perbankan masih menjadi kewenangan Bank Indonesia.

Selain itu, di kompartemen lain di pasar modal dilakukan oleh Badan Pengawas Pasar Modal yang mengurusi, mengatur dan mengawasi pasar modal. Sementara itu, ada juga kompartemen lain yang mengatur dan mengawasi industri non bank. Ini diatur oleh Kementrian Keuangan. Cakupannya seperti asuransi, pegadaian, dana pensiun dan BPJS. “Namun setelah ada lembaga OJK, semua persoalan ini menjadi kewenangannya,” kata Widodo saat memperkenalkan lembaganya di Rarowatu.

Adapun latar belakang pembentukan OJK ini sambung Widodo dilatar belakangi gejolak perekonomian serta krisis yang terjadi mulai tahun 1998 sampai 2008 lalu. Saat terjadi krisis, masalah koordinasi lintas lembaga dan institusi lain yang mengurusi persoalan keuangan ini, begitu sulit. Olehnya itu, dengan terbentuknya lembaga independen ini, OJK bisa melakukan pengawasan dan pengaturan jasa industri. Selain itu OJK juga bisa melakukan edukasi dan perlindungan konsumen terhadap industri jasa keuangan.

OJK lanjut Widodo juga diberi kewenangan melakukan penyidikan di bidang keuangan dan industri jasa keuangan. Untuk mempermudah tugas tersebut, di dalam lembaga OJK juga di tugaskan penyidik dari kejaksaan dan kepolisian. Dengan adanya kewenangan ini, maka dugaan tindak pidana di jasa keuangan dan di industri keuangan tidak lagi dilakukan oleh penyidik baik dari kepolisian maupun Kejaksaan.

Selain mengulas tugas lembaganya, Widodo juga mengigatkan siswa siswi dan masyarakat di Kecamatan Rarowatu untuk lebih memahami dalam bertransaksi dengan industri keuangan. Hal ini dilakukan agar, masyarakat tidak tertipu dengan beragam penawaran yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu yang mengatasnamakan lembaga keuangan lain. “Jika ada penawaran seperti ini dan merasa belum yakin, kami persilakan untuk melakukan konfirmasi ke OJK,” ungkap Widodo. (Nur/b)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top