Dugaan Korupsi Buku, Kejari Kendari Ajukan Audit Tapi Belum Ekspos ke BPKP – Kendari Pos Online
Iklan pajak

Konkep
UHO Cup Iklan Iklan 10 Iklan 23
Hukum & Kriminal

Dugaan Korupsi Buku, Kejari Kendari Ajukan Audit Tapi Belum Ekspos ke BPKP

KENDARIPOS.CO.ID — Kejaksaan Negeri (Kejari) Kendari belum menahan tiga tersangka dugaan korupsi pengadaan buku di Dinas Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sultra. Masih menunggu audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sultra jadi alasan pihak Kejari Kendari. Tak mau disudutkan, pihak BPKP Sultra pun menegaskan proses audit belum dilakukan karena masih menunggu ekspos Kejari di BPKP Sultra. Selama ekspose itu belum dilakukan maka BPKP tak punya dasar melakukan audit.

Saat ditanya apakah akan menahan tersangka La Ongke, Djalil dan Jamal mengingat kasus tersebut bergulir sejak 2016, Kasipidsus Kejari Kendari Tajuddin, SH,MH mengatakan pihaknya masih menunggu hasil audit BPKP. Dan bila hasil audit tersebut telah terbit dari BPKP baru akan menahan tersangka. “Jangan main tahan-tahan. Lihat dulu kerugian negaranya ada atau tidak. Kalau tidak ada kan kami juga yang repot tahan-tahan orang,” ketus Tajuddin saat ditemui disalah satu ruangan di Kejari Kendari, Kamis (24/8) .

Mantan Kasipenkum dan Humas Kejati Sultra itu menjelaskan pihaknya masih mengumpulkan bukti-bukti dugaan korupsi pengadaan buku dengan anggaran Rp 1,3 miliar itu. Jaksa juga masih mencari fisik dari 22 ribu buku, yang diadakan pada tahun 2015 oleh para tersangka. “Saya juga luruskan, pada saat kami datang di kantor perpustakaan itu bukan penggeledahan, tetapi mengecek fisik pengadaan itu. Yang hasilnya buku itu belum lengkap jadi harus dicari dulu,” paparnya.

Ditempat terpisah Humas BPKP Sultra, Lindung Sirait menepis pernyataan Tajuddin yang mengatakan menunggu hasil audit BPKP, padahal audit belum dilakukan. Diakui Lindung Sirait, pihaknya telah mendapat surat permohonan audit dari Kejari. “Ini yang saya heran, kok tunggu audit dari kami. Ini sebenarnya yang harus diluruskan. Jangan selalu mengkambinghitamkan BPKP, ujung-ujungnya publik menilai kami BPKP menghalang-halangi penyidikan,” tegas Lindung Sirait.

Lindung Sirait menegaskan BPKP tidak akan melakukan audit bila Kejari Kendari belum melakukan ekspos ke BPKP terkait dugaan korupsi itu meski sudah mengajukan surat permohonan audit. Karena untuk melakukan audit, BPKP harus memiliki dasar, apakah kasus tersebut memang sebuah tindak pidana atau tidak.

“Saya tegaskan, BPKP belum melakukan audit pengadaan buku, karena kami belum menerima pemaparan atau ekspos dari Kejari Kendari kasus ini seperti apa. Masa kami audit baru belum tahu kasusnya seperti apa, kan tidak mungkin. Kami punya prosedur tetap (protap) melakukan audit. Ini belum diekspos saja sudah bilang tunggu audit BPKP,” tambah Koordinator pengawasan (Korwas) bidang investigasi BPKP Sultra itu. (kmr/c)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top