Dua Pekan di Makkah, Tiga Jamaah Sultra Terbaring Sakit – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
HEADLINE NEWS

Dua Pekan di Makkah, Tiga Jamaah Sultra Terbaring Sakit

Ketua Kloter 19, Samsuri bersama dokter haji H Amry Ady Haris (berbaju hitam) dan pembimbing ibadah HM Sabir saat manasik ibadah dan manasik kesehatan. Peserta tak hanya dari kloter 19 Kendari, tapi juga kloter lain dari Sumatera Utara dan DKI Jakarta. Foto : SAWALUDDIN LAKAWA/KENDARIPOS.

KENDARIPOS.CO.ID — Dua pekan berada di Makkah, dua ribuan jamaah calon haji asal Sultra kini mulai terbiasa dengan cuaca ekstem Saudi Arabia yang mencapai 50 derajat celcius. Hingga Kamis (24/8/2017) sore kemarin, jamaah tetap bisa fokus beribadah, mulai dari yang wajib sampai sunnah. Mulai dari mengaji hingga ziarah makam-makam para nabi dan sahabat-sahabatnya.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sultra, Abdul Kadir mengaku terus memantau kondisi jamaah yang tersebar dalam lima pemondokan. Setiap saat, Ia meminta laporan kondisi jamaah terkini dari para pendamping. “Sampai tadi sore (kemarin), Alhamdulilah semua berjalan dengan lancar. Walaupun kemarin ada jamaah kita dari kloter 22 asal Kolaka yang meninggal, ini sempat membuat sedih juga jamaah lain. Tapi saat ini masih cukup baik, beberapa dalam keadaan sakit. Kita berharap bisa menyelesaikan semua tahapan haji hingga kembali ke tanah air September mendatang,” papar pengganti Ali Irfan itu.

Lebih lanjut dosen IAIN itu menjelaskan, jamaah sebagian besar sudah menjalani proses tawaf dan sai. Pendamping bekerja ekstra untuk memantau jamaah saat melakukan dua agenda itu. Sebab ada jutaan orang yang mengikuti prosesi itu secara bersamaan. “Jamaah memang harus diingatkan terus, masjid itu cukup besar, ada 4 juta orang di sana, khawatir kesasar itu memang selalu ada, tapi mudah-mudahan jangan,” tambahnya.

Ketua Kloter 19, Samsuri melaporkan dari tanah suci, ada tiga jamaah dari Kota Kendari yang harus dirawat di rumah sakit King Faisal Makkah saat ini. Mereka adalah Kadir Panusu (75), Hasyiah Lafuru (58) dan Haniah binti Sangkala. Ketiganya sempat di rawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKIH) “Sempat dirawat oleh perawat kita, tapi kemudian diputuskan dibawa ke rumah sakit,” katanya.

Kepala Kantor Agama Kota Kendari itu menambahkan jamaah yang terganggu kesehatannya memang sebagian besar karena usia yang sudah uzur. Sehingga demi tetap menjaga stamina mereka hanya disarankan untuk melakukan ibadah-ibadan sunnah di masjid pemondokan. Menurut Samsuri, calon haji terus diberikan bimbingan untuk menjaga kesehatan, seperti selalu menggunakan masker dan minum air yang cukup walaupun sedang tidak haus. Jamaah memang banyak diserang batuk berdahak, dan panas. Jamaah juga diimbau menjaga ritme ibadah di masjidil haram, mengingat masih ada ibadah haji yakni wukuf di Arafah dan lontar jumrah. Bagi jamaah yang sudah tua dan kurang fit diimbau untuk salat di masjid hotel saja.

Hal tersebut juga dibenarkan oleh Ketua Kloter 20, La Ode Halaidi. Dia mengatakan ada beberapa jamaah yang dirawat di kamar oleh tim medis. Mereka umumnya sakit gangguan pernapasan dan jantung. “Tapi tetap mendapat perawatan intens, mereka tidak pernah lepas dari penjagaan petugas, jika masih bisa diantar ke masjid tetap diupayakan,” katanya. Saat ini kloter 20 baru saja membayar DAM sebagai konsekuensi memilih proses haji Tamattu. Setelah itu mereka berziarah. (ely)

 

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top