UHO Target Jadi 20 Besar Kampus Terbaik – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Edukasi

UHO Target Jadi 20 Besar Kampus Terbaik

Dr Zamrun

KENDARIPOS.CO.ID — Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) baru saja merilis kampus-kampus terbaik tanah air, lewat sebuah mekanisme pemeringkatan. Universitas Gajah Mada (UGM) jadi kampus terbaik se Indonesia tahun 2017 ini. Sedangkan Universitas Halu Oleo (UHO), untuk pertama kalinya dalam sejarah bisa tembus di 40 besar terbaik, tepatnya ada di peringkat 37, dari ratusan kampus negeri se Nusantara.

Rektor UHO, Dr Muhammad Zamrun tentu tersanjung dengan prestasi ini. Ia mengatakan, capaian itu mengalami peningkatan dari tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini, UHO sudah bisa mengalahkan peringkat Universitas Tadulako di Manado yang sebelumnya dianggap lebih baik. Ia mengatakan pencapaian ini memang tidak mendapat reward atau bantuan dana beasiswa dari Kemenristek. “Ini hanya apresiasi dari Kemenristek atas kinerja yang dilakukan selama ini untuk membangun UHO menjadi lebih baik. Selama ini rilis yang dikeluarkan Kemenristek soal peringkat PTN biasanya hanya dinilai beberapa aspek saja, seperti bidang penelitian atau publikasi. Tapi kali ini semua aspek diperhitungkan, ada indikator kemahasiswaan dan sumber daya manusia,” kata Zamrun saat ditemui Kendari Pos, Rabu (23/8) di ruang kerjanya.

Mantan Dekan FMIPA itu mengatakan dengan posisi 37 ini memang tidak lantas berarti ada bantuan dana dari Kemenristek. Paling tidak ini adalah bentuk apresiasi. Jangan selalu mengharapkan dapat sumbangan atas apa yang telah dicapai. “Jangan kita melakukan sesuatu dengan mengharapkan balasan. Yah sudah, kerja saja,” pintanya.

Kandidat guru besar UHO ini optimis bila di tahun mendatang peringkat UHO akan mengalami peningkatan. Paling tidak bisa menempati posisi 20 besar. Kalau masuk lima besar, menurutnya itu agak sulit bagi UHO. Yang jelas, kata dia harapan civitas akademika adalah UHO lebih maju dari sebelumnya. Makanya semua pihak harus membantu, utamanya dosen.

Apalagi kemajuan universitas, kata dia 30 persen ditentukan penelitian dan publikasi. “Makanya mari kita genjot di situ. Karena 30 persen penilaian peringkat universitas yang dikeluarkan kementerian ditentukan penelitian dan publikasi jurnal,” katanya. Di samping itu, kata dia UHO juga harus membenahi indikator lain yang masih dianggap kurang, termasuk peningkatan akreditasi. Kalau akreditasi sudah baik, maka indikator lain bisa mengikut. Karena indikator pemberian ranking universitas sudah ada dalam indikator akreditasi.

Sebelum masa jabatannya berakhir, ia menargetkan UHO mengantongi akreditasi A. Tahun 2018, kata dia pihaknya mulai menyusun dokumen, jadi nanti 2019 sudah bisa selesai. “Kalau bisa tahun 2020, kita ajukan untuk perguruan tinggi berbadan hukum,” cetusnya. Selain itu, ia berharap semua pihak yang dibawahnya membuat dan menjalankan program. Kalau semua program di fakultas jalan, secara otomatis universitas akan mendapatkan hasilnya. “Kalau bisa program 80 persen itu berasal dari bawah. Saya sebagai rektor hanya tinggal meramunya agar menjadi lebih baik,” tandasnya

Suatu saat nanti, ia yakin nama UHO akan terkenal di internasional sekalipun masih banyak yang harus dibenahi. “Untuk dikenal di UHO langkah termuda melakukan kerjasama dengan universitas yang ada di belahan dunia. Atau paling tidak kita ikut universitas yang sudah mempunyai nama pada skala internasional. Dan, itu telah dirintis sejak zaman Prof Usman sebagai Rektor UHO yang menjalin kerjasama dengan beberapa universitas di dunia,” kata Zamrun.

Sementara itu, Menristekdikti, Mohammad Nasir mengatakan upaya memetakan mutu dan potensi perguruan tinggi di Indonesia dilakukan pengelompokkan perguruan tinggi. Pada tahun 2017 ini ada empat komponen untuk melakukan penilaian, yakni kualitas sumber daya manusia, kelembagaan dan kegiatan kemahasiswaan, penelitian dan publikasi ilmiah.

“Daftar klasterisasi perguruan tinggi ini merupakan data resmi dari Kemenristekdikti yang dapat digunakan sebagai informasi valid bagi masyarakat, jangan percaya data hoax yang tidak sesuai dengan daftar yang dikeluarkan Kementerian,” ujar dia. Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan mutu perguruan tinggi secara berkelanjutan dalam melaksanakan tridharma, termasuk di dalamnya kesehatan organisasi. Dengan demikian, pihaknya dapat menyusun formula yang tepat dalam melakukan pembinaan perguruan tinggi di Indonesia.

1 of 2

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top