Pilot dan Pramugari Tes Urine di Bandara Halu Oleo, Ini Hasilnya…. – Kendari Pos Online
Iklan pajak

Konkep
Zetizen Iklan Iklan 10 Iklan 23
Metro Kendari

Pilot dan Pramugari Tes Urine di Bandara Halu Oleo, Ini Hasilnya….

Salah sorang pramugari usai melakukan tes urine di bandara Halu Oleo. Foto : Angga/Kendari Pos.

KENDARIPOS.CO.ID — Kejahatan narkotika di Sultra sudah semakin mengkhawatirkan. Pelakunya menembus seluruh strata sosial dan usia, mulai anak usia dini, pelajar, hingga orang tua. Ini ditemukan dari beberapa kasus yang diungkap polisi dua tahun terakhir. Setidaknya Polda Sultra berhasil menyita ganja seberat 6,7 kilogram tahun 2016. Pada triwulan pertama dan ketiga tahun 2017, polisi berhasil menyita 676,31 gram narkoba.

Polda dan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sultra menggelar sosialisasi bahaya narkoba di bandara Halu Oleo (HO), Kendari. Usai sosialisasi seluruh pegawai bandara, pilot dan pramugari melakukan tes urine. 85 orang yang mengikuti tes urine, tak adapun terdeteksi menggunakan narkoba. “Kita juga lakukan tes urine. Dan hasilnya negatif semuanya,” ujar Kepala Bandara HO Kendari, Rudi Ricardo, Rabu (23/8).

Sebelumnya, Wakapolda Sultra Kombes Pol Bambang Priyambada mengatakan ada tiga jalur masuknya narkoba dalam suatu wilayah, yakni jalur darat, laut, dan udara. Nah, masuknya narkoba di Sultra umumnya melalui jalur laut namun para pengedar ataupun bandar menyeludupkan narkoba melalui jalur udara. Untuk itu, harus diwaspadai. Menurut Kombes Bambang Priyambada berharap peran dan koordinasi semua elemen baik itu sektor bandara dan pelabuhan untuk waspada. “Karena bahaya narkoba ini sudah sangat mengancam,” ujar Kombes Bambang Priyambada saat menjadi pemateri dalam sosialisasi upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba dan prekursor narkotika bagi aparatur sipil Kemehub dan personel penerbangan di gedung Fired Station Bandara HO, kemarin.

Untuk itu peran masyarakat dan pemerintah daerah sangat diperlukan. Dalam konteks penegakan hukum, polisi mengambil peran 80 persen dan dalam konteks pengawasan, masyarakat dan pemerintah mengambil peran 20 persen. Dalam kesempatan itu, Direktur Ditresnarkoba, Kombes Pol Sumarto dan Kepala bidang pencegahan BNNP Sultra, Hj. Harmawati ikut membawakan materi terkait bahaya dan pencegahan narkoba. Direktur Ditresnarkoba Polda Sultra, Kombes Pol Sumarto menyebutkan bahwa peredaran Narkoba di Sultra semakin terstruktur.

Para bandar punya cara dan pola baru. Contohnya kasus narkoba di Kabupaten Muna yang berhasil diungkap. Bandar membeli sabu di Madura dan menggunakan jasa kurir. Kurir ini bertugas mengantar dari Jakarta transit Makassar, lalu ke Kendari melalui jalur udara, dan sampai di Muna. “Untungnya, kami cepat tangggap. Hingga kami lakukan penangkapan kepada kurir terlebih dahulu, lalu kami tangkap pelakunya,” ungkap Kombes Sumarto.

Kepala Bandara HO Kendari, Rudi Ricardo mengatakan sosialisasi pencegahan narkoba dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada pegawai bandara dan petugas lapangan agar lebih meningkatkan pengawasan extray dalam mendeteksi barang penumpang. Karena bisa saja narkoba diselundupkan melalui bandara. “Konsep peraturan di bandara sebenarnya hanya melarang barang bawaan penumpang berupa barang yang terbuat dari logam. Namun dalam UU Narkotika Nomor 35 Tahun 2009 mengatur pihak bandara membantu mengawasi narkotika. Disinilah peran kita,” kata Ricardo. (ade/c)

 

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top