Pemkot Kendari Komitmen Tekan Anak Berkonflik Hukum – Kendari Pos Online
Iklan pajak

Konkep
UHO Cup Iklan Iklan 10 Iklan 23
Metro Kendari

Pemkot Kendari Komitmen Tekan Anak Berkonflik Hukum

Ilustrasi penangkapan anak dibawah umur.

KENDARIPOS.CO.ID — Pemerintah Kota Kendari berkomitmen menjadikan Kota Kendari layak huni bagi siapa saja, tidak terkecuali bagi anak-anak. Berbagai fasilitas umum dikemas serba ramah anak. Teranyar, Pemkot melalui Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak (DPPA) Kota Kendari menyelenggarakan sosialisasi tentang perlindungan hukum pada anak berkonflik hukum.

Sosialisasi itu digelar menyusul kekhawatiran pada peningkatan kasus hukum yang menempatkan anak sebagai korban. Meski jumlahnya sedikit dibandikan tahun 2016 yang hanya 10 kasus dan periode Januari-Juni 2017 hanya 12 kasus namun Pemkot Kendari berusaha menekan kasus yang memposisikan anak sebagai korban. Hal itu disampaikan Kabid Layanan Perlindungan Perempuan dan Anak Korban Kekerasan DPPA Kota Kendari, Wa Ode Siti Supinawati. “Mirisnya lagi, delapan kasus adalah pelecehan seksual. Kalau narkoba, kurang dari lima kasus,” ujar Wa Ode Siti Supinawati, Rabu (23/8).

Untuk korban kekerasan seksual tersebut, kata Siti Supinawati, kini tengah ditangani oleh DPPA. Mereka diberi pendampingan psikiater untuk mengatasi trauma yang dialaminya. “Kita rujuk di Rumah Sakit Jiwa. Sebab, masa depan mereka harus diselamatkan,” ungkapnya. Sementara itu, Sekretaris Kota Kendari, Alamsyah Lotunani mengimbau kepada segenap birokrasi maupun masyarakat untuk menjadi agen perlindungan anak dimana pun lingkungannya. Menurutnya, anak Indonesia khususnya di Metro Kendari ini memiliki potensi kecerdasan yang baik. “Hanya saja kadang masyarakat tidak menciptakan kondisi yang baik untuk pertumbuhan mereka. Masih banyak kasus bullyng (penindasan), kekerasan bahkan pengucilan dimasyarakat terhadap anak. Ini sangat merugikan bagi generasi,” ujarnya.

Ketua KONI Kota Kendari itu mengingatkan bahwa Kota Kendari dimasa depan akan dipimpin generasi saat ini. Ia tidak bisa membayangkan jika pertumbuhan mereka tidak diawasi dengan baik. “Kita menitipkan masa depan kota ini pada mereka. Nasib dan masa tua kita ada ditangan mereka. Olehnya itu, kita harus berinvestasi menyiapkan generasi yang gemilang mulai dari saat ini,” paparnya.

Hal yang perlu dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat adalah memastikan hak pendidikan anak terpenuhi. Kemudian hak berinteraksi sosial pada lingkungan yang sehat juga harus dipenuhi. “Terpenting agama mereka dikuatkan sejak dini. Dengan demikian, ketika mereka dewasa tidak repot lagi,” tukasnya.

Alamsyah Lotunani setuju jika anak yang berkonflik hukum harus dilindungi. Jika ada kesalahan pada mereka, cukuplah diberi ganjaran yang patut dan layak. Masa depan harus menjadi pertimbangan penegak hukun dalam hal ini. “Misalnya, kalau dia masih pelajar, berilah dia ruang untuk menuntaskan pendidikannya dengan kebijaksanaan tertentu. Sebab, hukum tidak boleh membunuh masa depan mereka. Kita harus mencegah, daripada memberi sanksi,” pungkasnya. (m1/c)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top