Kasat Pol PP Kendari : 2018, Tidak Ada Lagi Pelanggaran di Sempadan Jalan – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Metro Kendari

Kasat Pol PP Kendari : 2018, Tidak Ada Lagi Pelanggaran di Sempadan Jalan

KENDARIPOS.CO.ID — Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) Kota Kendari terus menggencarkan penertiban sempadan jalan diberbagai sudut wilayah kota ini. Dari 18 zona yang sudah di petakan ditengarai masih terdapat banyak titik pelanggaran terhadap Peraturan Daerah nomor 10 Tahun 2014 terkait alih fungsi sempadan jalan. Penertiban ditargetkan tuntas pada 2018.

Tiga bulan belakangan ini, Satpol PP di bawah kendali Amir Hasan sudah melakukan 264 kali penertiban. Jumlah itu masih akan terus bertambah mengingat masih banyaknya lokasi penertiban yang akan dilakukan. “2018 itu kita target sudah semua ditertibkan. Kita tidak bisa juga garansi tidak akan ada lagi pelanggaran sempadan, hanya saja kami berkomitmen setidaknya semua pelanggaran sempadan sudah kami tertibkan. Perihal mereka akan lembali lagi, pasti kita akan awasi terus,” kata Amir Hasan, Kepala Satpol PP Kota Kendari, Rabu (23/8).

Dijelaskannya, ada dua hal yang menyebabkan banyaknya pelanggaran sempadan jalan yakni tingkat kepatuhan masyarakat yang sangat rendah, terutama para pedagang kaki lima dan adanya pembiaran serta sikap permisif pada satuan penegak Perda sebelumnya yang menyebabkan masyarakat begitu terlena pada pelanggaran yang dilakukannya.

“Jadi pedagang kita itu sekarang maunya serba mudah, ditambah lagi dengan tidak adanya ketegasan dari sebelum-sebelumnya. Saya bukan dalam konteks yang menyalahkan siapa-siapa, saya hanya menyesalkan fenomena ini,” paparnya. Menurut mantan Camat Kadia itu, Satpol PP tidak punya pilihan lain saat ini, selain mengambil tindakan tegas terhadap semua pelanggaran Perda yang ada. Amir Hasan tidak mau berkompromi sedikit pun, karena menurutnya pelanggaran yang terjadi saat ini sudah menyebabkan masalah pada sektor lain.

“Contohnya, drainase ditutup untuk lapak, yang terjadi air meluber kemana-mana kalau hujan. Bahu jalan sudah jadi pasar, pengguna jalan diambil haknya. Belum lagi faktor lain, seperti estetika kota maupun ketertiban umum,” tukasnya. Untuk itu, Amir mengajak masyarakat untuk memiliki kecintaan terhadap kota ini. Dengan begitu tidak ada lagi masyarakat yang hanya mengejar kepentingan pribadi lalu mengabaikan hak orang banyak. “Saya memahami, pedagang kita cari nafkah. Tetapi bukan berarti hak umum ditiadakan. Trotoar itu untuk pejalan kaki, begitu pun dengan yang lain. Saya ingin semua bisa tertib dan nyaman kita hidup disini,” pungkasnya. (m1/c)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top