RSUD Kota Kendari Sumbang PAD Terbanyak – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Metro Kendari

RSUD Kota Kendari Sumbang PAD Terbanyak

KENDARIPOS.CO.ID — Pemerintah Kota Kendari optimis dapat mencapai target pendapatan asli daerah (PAD). Sektor yang paling diandalkan mengumpulkan pundi-pundi PAD adalah pajak dan retribusi. Nah, instansi yang diyakini paling banyak menyumbang PAD dari sektor retribusi adalah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Kendari.

Dari 32 satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di Pemkot, RSUD yang dipimpin dr.Asridah Mukkadim yang paling banyak capaian retribusinya yakni sebesar Rp 17 miliar. Jumlah tersebut masih akan terus bertambah bahkan akan melampaui capaian sebelumnya sebesar Rp 24 miliar lebih. Hal itu disampaikan Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Kendari, Nahwa Umar. Dijelaskannya, dari sektor penarikkan retribusi yang dilakukan oleh instansi pemerintah, RSUD paling banyak capaiannya. “Tahun lalu saja hampir Rp 25 miliar. Sampai Juli ini sudah Rp 17 miliar dan kita perkirakan akan lebih besar dibanding 2016 lalu,” ujar Nahwa Umar, Selasa (22/8).

Prediksi kenaikan tersebut didasarkan pada penambahan fasilitas kamar oleh pihak rumah sakit. Dengan demikian, pelayanan semakin meningkat dan daya tampung pasien juga bertambah. “RSUD kan sudah mandiri (BLUD), jadi pengelolaan keuangannya sudah baik dan fasilitasnya terus meningkat. Itu akan berkorelasi pada capaian PAD,” ungkap Nahwa Umar.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendataan Pajak dan Retribusi BPPRD Kota Kendari Maman Firmasnyah merinci selain RSUD yang terbanyak pendapatannya, diperingkat dua ada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Izin Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) sebesar Rp.8 miliar dan Dinas Tata Kota dan Perumahan sebesar Rp.7 miliar. “Kalau perizinan ada retribusi usaha, sedangkan perumahan ada retribusi izin mendirikan bangunan (IMB),” ujar Maman.

Maman menjelaskan selain PAD didapatkan dari retribusi yang dipungut oleh SKPD, pihaknya juga mengandalkan sektor lain. Diantaranya melalui pajak penerangan jalan (PPJ-PLN) yang nilainya Rp 28 miliar, Bea Pajak Atas Hak Tanah dan Bangunan (BPHTB) Rp 23 miliar, Pajak Bumi dan Bangunan sebesar Rp 23 miliar. “Yang lain masih banyak lagi, tapi yang terbesar diantaranya yang disebutkan. Makanya kami optimis target PAD sebesar Rp 200 miliar bisa tercapai,” paparnya.

Dengan demikian, Maman mengungkapkan jika pihaknya terus bekerja sama dengan instansi lain untuk menggenjot sektor pajak dan retribusi dalam meningkatkan penerimaan daerah. “Kalau pajak kan yang berwenang memungut hanya kami (BPPRD). Nilainya tahun lalu Rp 90 miliar lebih. Sedangkan retribusi banyak dinas yang bisa pungut, makanya kami koordinasikan terus,” pungkasnya. (m1/c)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top